Kasus Positif Covid-19 Bertambah, Payakumbuh Tetap New Normal

40
Kalaksa BPBD Payakumbuh (kanan) ketika jumpa pers virtual bersama Wako Payakumbuh Riza Falepi, sebelum terkena Covid-19. (Foto: Dok.Fajar-Padek)

Meski jumlah warga Kota Payakumbuh yang terkonfirmasi positif Covid-19 terus bertambah, tapi Wali Kota, Riza Falepi Datuak Rajo Ka Ampek Suku memastikan, Payakumbuh akan tetap memasuki masa new normal mulai 8 Juni 2020. Sebab, Pemko Payakumbuh juga tidak mau terlalu berlama-lama dengan kondisi darurat Covid-19.

“Kita masuk new normal saja. Benar ada kasus bertambah tapi masih dalam kendali kita. Mulai 8 Juni nanti, kita coba bergerak ke arah produtif tapi juga tetap dengan protokol Covid-19 yang selama ini ada. Seperti pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan jangan ngumpul-ngumpul. Kita minta, TNI, Polri, Satpol PP, Trantib Pasar dan BPBD, tetap mendisiplinkan masyarakat,” kata Riza Falepi kepada Padang Ekspres, Rabu malam (3/6).

Riza Falepi juga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Payakumbuh agar segera menyiapkan protokol kesehatan untuk diterapkan pada masa new normal nanti. “Saya ingin seluruh OPD tetap melaksanakan operasional pada saat new normal diberlakukan nanti. Untuk itu, segera siapkan protokol kesehatan,” kata Riza Falepi.

Terkait dengan permintaan Riza Falepi ini, Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz bersama Sekko Rida Ananda pada Selasa siang (2/6), sudah menggelar rapat koordinasi secara virtual atau video conference, dengan seluruh OPD. Dalam rapat tersebut, Erwin dan Rida meminta Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga (Disparpora), menyampaikan rencana aksi pada masa new normal nanti.

Untuk itu, Kepala Disdik Payakumbuh, AH Agustion menyampaikan bahwa Disdik merencanakan proses belajar dan mengajar di sekolah pada tahun ajaran baru 2020/2021, dapat dimulai pada Juli mendatang. Dengan catatan, seluruh sekolah tetap menerapkan protokol Covid-19.

Namun, rencana Disdik Payakumbuh memulai proses belajar mengajar pada Juli mendatangi menjadi diskusi hangat peserta rapat. Seperti, Asisten II Elzadaswarman, Asisten III H. Amriul dan Kadiskes Bakhrizal. Mereka khawatir, jika pelajar sudah masuk sekolah, jika pengawasan tidak ketat, sulit bagi guru dalam membatasi pelajar saling kontak satu sama lainnya.

Sependapat dengan ketiga pejabat di atas, Wakil Wali Kota, Erwin Yunaz dan Sekko, Rida Ananda juga meminta Disdik melakukan kajian matang terkait dengan rencana operasional sekolah. Jika pun sekolah tetap dibuka pada masa new normal nanti, Erwin menyarankan, proses belajar dilakukan secara vidkom.

“Guru tetap masuk sekolah, dan mengajar dari ruang belajar dengan siswa secara vidcom. Untuk itu, kita minta Diskominfo membuat analisa dan kajian kemungkinan belajar dan mengajar secara vidcom ini,” kata Erwin Yunaz.

Sementara untuk Disparpora Payakumbuh, Erwin Yunaz dan Rida Ananda juga meminta agar dinas ini melakukan kajian matang, terkait dengan rencana pembukaan objek wisata pada masa new normal nanti. Mereka berpendapat, ekonomi yang mendukung wisata atau ekonomi kreatif memang harus tetap berjalan, tapi usaha memutus mata rantai virus korona juga harus diberlakukan.

Untuk itu, Kadisparpora Payakumbuh, Andiko Jumarel, diminta menyiapkan desain yang tepat menyelamatkan ekonomi dan kesehatan masyarakat secara bersamaaan. ”Kita juga perlu melakukan rapat-rapat berikutnya, dengan meminta pertimbangan dari pariwisata provinsi,” ujar Erwin. (***)