Pusat Pertokoaan Tutup Total, Pasar Ibuah Tetap Dibuka

Ilustrasi pasar

Kawasan Pusat Pertokoan Pasar Atas Payakumbuh, sepanjang Senin (4/5), benar-benar bagaikan kota mati. Nyaris seluruh toko ditutup oleh para pedagang, sehingga tidak ada aktivitas jual beli. Kondisi ini diperkirakan bakal berlangsung selama seminggu.

Kondisi ini, tidak hanya disebabkan kebijakan Pemko Payakumbuh untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona, karena sudah ada enam pelaku pasar Payakumbuh yang positif terinfeksi Covid-19. Namun juga dipicu atas kesadaran atau permintaan dari Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh (IP3).

Ini diakui pengurus IP3, Yusra Maiza kepada wartawan, kemarin siang. ”Benar, kita mengajukan permohonan kepada Pemko agar menutup pasar. Kita menyerahkan kepada Pemkab bagaimana yang terbaiknya, karena kita tidak ingin korona menyebar lebih jauh di area pasar, untuk sementara lebih baik ditutup selama seminggu kedepan,” kata Yusra Maiza.

Dijelaskan Yusra Maiza, penutupan pasar ini dilakukan setelah adanya enam pelaku pasar (warga dan pedagang) yang ditemukan positif korona, mereka semua diduga satu klaster dengan pasien positif pertama. Meski keputusan ini bakal memicu pro kontra di lingkungan pedagang, Yusra Maiza menegaskan bila terjadi protes dari pedagang terhadap keputusan ini, maka jatuhnya protes pribadi bukan dari pengurus IP3.

“Saat ini, ini murni pertimbangan bersama, kita tidak ingin menjelang lebaran korona semakin menyebar. Di awal-awal kita memutusnya dan nantinya harapan kita di minggu terakhir Ramadhan, kita bisa belanja dengan bebas tanpa ada korona di lingkungan pasar,” kata Yusra Maiza.

Pemko Payakumbuh sendiri segera menanggapi permintaan IP3 itu dengan mengeluarkan edaran melakukan penutupan kepada titik-titik pasar. Di antaranya mulai dari eks Bioskop Kencana di Kawasan Toko Emas Tinggi (Kawasan/deretan toko Mas Asia), Deretan Es Tebak Pak Bahar, Jalan A. Yani, seputaran Toko Mas Rambuti, Seputaran Soto Che, Pasar Buah-buahan dekat Pos Polisi. Untuk pedagang buah dipindahkan ke Pasar Tradisional Ibuah.

Selama pusat pertokoan Payakumbuh ditutup, Tim Gugus Tugas Covid-19 Payakumbuh akan melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh kawasan pasar. Penyemprotan disinfektan ini diharapkan dapat membuat kawasan pasar steril dari virus korona.
Sementara Pasar Atas Payakumbuh ditutup, kawasan Pasar Ibuah dipastikan tetap beroperasi. Namun pedagang dan pembeli diwajibkan memakai masker.

Ini diakui Wali Kota Payakumbuh, Riza Falapi selaku Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Payakumbuh, Minggu (3/5) malam. ”Pasar Ibuah adalah pasar sembako, kita usahakan tidak ditutup,” kata Riza Falepi.

Menurut Kabid Pasar Dinas Koperasi dan UKM, Arnel, Pasar Ibuah tidak ditutup karena menyediakan kebutuhan pokok. Dan menurut aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pasar yang menyedihkan kebutuhan pokok tidak boleh ditutup.

“Sebagai pasar tradisional berstandar nasional, di Pasar Ibuh telah diterapkan aturan ketat selama pandemi korona ini. Untuk menjaga pasar tetap aman dari Covid-19, kita tetap melaksanakan wajib masker bila masuk area pasar, menyediakan tempat cuci tangan, dan kita akan melakukan pengukuran suhu tubuh di pintu masuk pasar kepada pengunjung dan pedagang yang berada di dalam pasar,” ujar Arnel.

Ditambahkan, untuk pusat pertokoan sementara ditutup, dan akan dilakukan penyemprotan total dengan desinfektan. “Semoga pasar pusat pertokoan kembali steril dari Covid-19, kita berharap masyarakat dapat maklum dan patuh dengan kebijakan pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pinta Arnel. (frv)