BLT Provinsi Cair di Payakumbuh

Wali Kota Payalumbuh Riza Falepi memasangkan masker kepada salah seorang warga.

. di Kelurahan Parik Muko Aia, Kecamatan Latina dan Padang Datar Tanah Mati, Kecamatan Payakumbuh Barat, Selasa (5/4). Wali Kota didampingi Kepala Dinas Sosial Sosial Idris, Camat Latina David Bachri, Camat Payakumbuh Barat L Kefrinasdi, dan lurah masing-masing.

Riza Falepi menerangkan, jumlah bantuan sama yaitu Rp 600.000 per bulan. Untuk tahap pertama langsung dirapel 2 bulan karena terhitung dari bulan april, untuk bulan berikutnya akan dibagikan secara berkala.

“Dana yang disiapkan Pemko adalah untuk masyarakat yang belum mendapat bantuan dari pusat dan provinsi. Bantuan Pemko baru akan dibagikan setelah jelas data orang yang belum menerima bantuan dari pusat maupun Pemprov. Tujuannya yaitu agar bantuan ini dapat merata kepada seluruh warga yang terdampak covid-19,” kata Riza Falepi.

Kadis Sosial Idris menjelaskan, jumlah Bansos dari Pusat (Kementerian Sosial) ada sebanyak 4.548, sedangkan data yang telah dibaca oleh sistem sebanyak 4.080, dan sisanya sedang diproses. Bantuan ini disalurkan kepada masyarakat terdata di luar dari penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Untuk bantuan dan provinsi ada sebanyak 2.326 KK untuk Kota Payakumbuh, dan telah cair hari ini (kemarin, red). Penyerahan baru secara simbolis, untuk sisanya masyarakat yang telah didata datang langsung mengambil bantuan ke kantor pos secara bertahap,” kata Idris didampingi Kabid Pemberdayaan Sosial, Ance Alfiando.

Di sisi lain, kata Idris, untuk Bansos Tunai Kemensos daerah menunggu finalisasi data dari Kemensos RI. Data sudah dikirim melalui sistem, dan dipantau progresnya, setiap saat data yang masuk ke dalam kuota. Sekarang baik BLT Pemprov maupun Bansos kemensos mengakomodir nama-nama di luar data DTKS, nilainya sama sama Rp 600.000 setiap bulan selama tiga bulan.

“Masyarakat harus memahami bahwa bantuan itu baru dari pemerintah provinsi, kalau di Kemensos sudah final, pusat akan menyalurkannya. Harapan kita semua masyarakat terdampak akan terbantu dengan semua program. Yang kita banggakan juga kontribusi pihak lain yang ikut membantu seperti ASN, lembaga sosial, maupun kelompok atau organisasi sosial dan perorangan yang turut membantu masyarakat, nilai kesetiakwanan yang kita rasa semakin kuat dengan pandemi ini,” ungkap Idris.

Terakhir, Idris menerangkan semua pihak sudah memilah data ini mulai dari tingkat RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, sampai ke tingkat Kota. Memantau progres data itu siang malam, dan di cek setiap saat di sistem.

“Semua petugas sudah bekerja keras. Kalau masih ada kendala seperti keluarga terdampak Covid-19 yang belum diusulkan, nama ganda, atau kendala lain agar disampaikan untuk menjadi bahan perbaikan program kita. Mohon dukungan kita semua,” pungkasnya. (frv)