Punya Riwayat Kontak, 249 Warga Masuk OTG di Payakumbuh

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Bakhrizal saat melakukan video conference (Vidcon) di ruangan kerjanya, Selasa (28/4). (IST)

Sebanyak 249 warga Kota Payakumbuh, masuk dalam daftar Orang Tanpa Gejala (OTG) terkait dengan pandemi virus korona. Mereka yang masuk dalam daftar OTG ini, umumnya orang yang punya riwayat kontak dengan korban atau pasien positif Covid-19.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Payakumbuh, dari 249 OTG tersebut, sebanyak 116 orang sudah mengikuti pemeriksaan SWAB tenggorokan. Dari 116 OTG itu, hanya 9 orang yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Biomedik, Fakultas Kedokteran Unand, Padang. Sedangkan 107 orang lainnya dipastikan negatif korona.

Ini diketahui Padang Ekspres setelah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Payakumbuh kembali menggelar teleconference dengan awak media pada Selasa (5/5) pukul 12.00 WIB dan pukul 16.00 WIB. Konfrensi pers secara virtual yang difasilitasi Diskominfo Payakumbuh itu dihadiri Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz, Asisten III Amriul K, Kadiskes Bakhrizal, Kepala BPBD Yufnani Away, Kakankesbang Budi Permana, dan Kadis Kominfo Jhon Kenedi.

Dalam dua kali konfrensi Pers tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Payakumbuh mengabarkan kepada awak media tentang adanya penambahan tiga kasus atau tiga pasien positif korona di Kota Randang ini. Dengan demikian, total keseluruhan, sudah 10 kasus positif Covid-19 ditemukan di Payakumbuh. Di mana 1 kasus ditarik ke Kabupaten Agam karena pasiennya berasal dari Padangtarok, Agam.

Tiga tambahan kasus positif korona atau tiga pasien positif korona yang diumumkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Payakumbuh pada Selasa (5/5) adalah D, 65; FR, 19 dan JB. Khusus D dan FR merupakan pasangan ayah dan anak. Mereka diduga terpapar virus korona dari sang ibu, Eld, yang merupakan pedagang plastik di Pasar Payakumbuh.

Sedangkan JB juga tercatat sebagai pedagang di Pasar Payakumbuh. JB diduga sempat kontak dengan pasien positif korona asal Padangtarok, Agam, berinisial J, yang sehari-hari berjualan rokok kaki lima di Simpang Bofet Sianok, Pasar Payakumbuh.

Menurut Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz ketiga tambahan kasus positif korona atau tiga pasien positif korona yang diumumkan pada Selasa (5/5), sudah menjalani isolasi secara mandiri. Pasangan ayah dan anak, D, 65, dan FR, 19, melakukan isolasi mandiri di rumah mereka. Sedangkan JB dikabarkan meminta diisolasi di tempat karantina yang disiapkan Pemko Payakumbuh, tepatnya di Gedung Peternakan Ibuah, Payakumbuh.

Dalam konfrensi Pers kemarin, Wakil Wali Kota Erwin Yunaz dan Kadiskes Bakhrizal, terus mengajak warga Payakumbuh, untuk ikut bersama pemerintah, dalam melakukan pencegahan Covid-19. Warga juga diharapkan ikut memantau atau mengawasi OTG yang positif tersebut. Kalau OTG positif masih berjalan-jalan, tolong diinformasikan ke petugas atau hubungi call center GT 0821 7125 8700. (frv)