Ekonomi Anjlok, Amankan Pangan

Aktivitas pembuatan masker oleh Gerakan Remaja Masjid Assa’adah, Kota Payakumbuh. (IST)

Pertumbuhan ekonomi Payakumbuh tahun 2020 diprediksi anjlok akibat pandemi virus korona (Covid-19). Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Payakumbuh, melampaui target pertumbuhan ekonomi provinsi dan nasional.

Kondisi bakal anjloknya pertumbuhan ekonomi Payakumbuh akibat virus korona, juga sudah terkuak jelas dalam rapat Tim Inflasi Pemerintah Daerah (TPID) Payakumbuh di Balaikota, Senin (6/4). Dalam rapat tersebut, Asisten II Setdako Payakumbuh, Elzadaswarman meminta perangkat daerah terkait, mengamankan produksi pangan dan kebutuhan pokok di Payakumbuh untuk emas bulan ke depan.

Permintaan serupa juga disampaikan Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi Datuak Rajo Ka Ampek Suku. “TPID harus mampu menghitung produksi dan kebutuhan pangan warga selama 6 bulan ke depan. Pokoknya, kebutuhan pangan di Payakumbuh ketersediaannya aman dan tidak terlalu berdampak kepada pertumbuhan ekonomi,” tegas Riza Falepi, Selasa (7/4).

Bekas senator Sumbar di DPD RI ini memerintahkan seluruh perangkat daerah bidang ekonomi, melakukan langkah tepat, agar jaminan produksi, suplai, dan distribusi sembilan bahan pokok di kota ini terjamin. “Lakukan koordinasi dengan stakeleholder dan pelaku ekonomi lainnya, agar seluruh kebutuhan selalu tersedia,” ujar Riza.

Tidak itu saja, Riza Falepi mengaku sudah memerintahkan Sekko Rida Ananda, Asisten II Elzadaswarman, dan Kepala BKD Syafwal, untuk secepatnya menghitung anggaran penanganan Covid-19 ini. “Saya sudah perintahkan kepada pejabat bersangkutan untuk menuntaskan anggaran ini. Diminta dua atau tiga hari ke depan sudah tuntas,” ujarnya.

Riza memprediksi, dampak Covid-19 terhadap perekonomian rakyat Payakumbuh, bakal cukup panjang. Makanya, Payakumbuh akan menyiapkan dana buat membantu warga yang terdampak untuk kebutuhan 4 sampai 6 bulan ke depan. “Estimasi saya, tidak kurang dari Rp 40 miliar yang harus dicarikan Pemko. Dana ini sudah termasuk biaya percepatan dan operasional penanganan Covid-19, seperti pengadaan APD dan pengadaan obat-obatan, senilai lebih kurang Rp 8,5 miliar,” sebutnya.

Dengan estimasi ini, berarti Pemko Payakumbuh akan menyiapkan anggaran untuk membantu warga terdampak Covid-19 sebesar Rp 31,5 miliar. Mereka yang akan dibantu ini, selain warga miskin yang catatannya sudah ada di Dinas Sosial, juga mereka yang berada di wilayah Sadikin, atau mereka yang tidak bisa bekerja lagi akibat social distancing atau physical distancing.

Sementara itu, Sekko Payaumbuh, Rida Ananda menyebut, sudah memulai pendataan terhadap warga Sadikin terdampak Covid-19. Estimasi sementara, akan ada sekitar 4.400 jiwa yang akan menerima bantuan sosial ini. Untuk itu, sejumlah perangkat daerah terkait, akan melakukan pendataan. Bekerjasama dengan camat dan lurah, agar data yang diperoleh benar-benar valid.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian Payakumbuh, Depi Sastra menyebut, produksi dan distribusi pertanian di Payakumbuh saat ini masih aman. Namun, karena sejumlah bahan pangan masih disuplai dari daerah tetangga di Sumbar, pihaknya juga meminta agar jaminan transportasi aman masuk ke Kota Payakumbuh.

Permintaan serupa juga disampaikan Kadis Naker dan Perindustrian Payakumbuh, Wal Asri. Ia minta pihak PT Pos dan perusahaan jasa pengiriman barang hasil pangan, agar tak terlalu lama sampai di daerah tujuan. (frv)