6 Pasien Positif di Payakumbuh Diisolasi di Rumah, Lima di RS, Dua Orang di Tempat Karantina

Jajaran Pemko Payakumbuh saat melakukan Gerakan Bersama Pencegahan Virus Korona dengan melakukan penyemprotan disinfektan ke pusat pertokoan bertingkat dan pusat pasar tradisional, Maret lalu. Dua bulan setelah penyemprotan disinfektan itu, pasar Payakumbuh bakal ditutup.

Sebanyak enam dari 13 warga atau pedagang Pasar Payakumbuh yang positif terinfeksi virus korona (Covid-19), menjalani isolasi di rumah mereka sendiri di Payakumbuh. Sedangkan lima orang lainnya, menjalani isolasi di Rumah Sakit (RS). Sementara, dua orang sisanya, menjalani isolasi tempat karantina yang disiapkan pemerintah.

Ini diakui Kepala Dinas Kesehatan Payakumbuh, dr Bakhrizal, saat dihubungi Padang Ekspres, Kamis (7/5). Menurut dr Bek, panggilan akrab dr Bakhrizal, jumlah kasus positif korona yang ditemukan di Payakumbuh sampai Kamis sore (7/5) adalah sebanyak 13 kasus. Di mana, satu kasus ditarik ke Kabupaten Agam, karena yang bersangkutan adalah warga Padangtarok, Baso, Agam.

Dengan demikian, total kasus positif korona yang ditangani Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Payakumbuh adalah 12 kasus. Namun, resminya, baru 11 kasus yang diumumkan lewat video conference (vidcon) dengan awak media di Payakumbuh. Sedangkan, satu kasus yang masuk kemarin, akan diumumkan hari ini. Walaupun, Biro Humas Pemprov Sumbar, sudah merilisnya sejak kemarin sore.

Menurut dr Bakhrizal, pasien positif Covid-19 asal Payakumbuh yang menjalani isolasi di Rumah Sakit Achmad Muchtar (RSAM) Bukittingi ada tiga orang. Yakni, H. EM alias Haji Esa Muhardanil yang juga Ketua Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh. Kemudian, ELD alias Erlinda yang merupakan pemilik toko Yen Plastik, dan A, 68, tukang ojek di Pangkalan Ojek, Bofet Sianok Payakumbuh.

Selain Haji Esa, Erlinda, dan A itu, ada satu orang lagi pedagang Pasar Payakumbuh yang diisolasi di RSAM Bukittinggi karena positif korona. Yakni, J, pedagang rokok Simpang Sianok Payakumbuh yang sehari-hari menetap di Padangtarok, Baso, Agam.

Sedangkan, pedagang Pasar Payakumbuh lainnya, berinisial JB yang juga dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, menurut dr Bakhrizal, menjalani isolasi di SPH (Semen Padang Hospital). Lalu dua warga Payakumbuh lainnya yang positif korona, yakni MM, dan MI, diisolasi di Asrama Diklat BKPSDM Sumbar, di Padang, sejak Kamis (7/5).

Sebelum diisolasi di Asrama Diklat BKPSDM Sumbar di Padangbasi, Padang, pasien positif korona berinisial MI yang merupakan karyawan toko Yen Plastik asal Parik Muko Aia, Lamposi Tigo Nagori, sempat diisolasi di BIB Tuah Sakato Payakumbuh. MI sendiri diumumkan positif korona pada Rabu (6/5).

Selain MI, tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Payakumbuh pada Rabu lalu, juga mengumumkan satu nama lainnya yang ikut dinyatakan positif terinfeksi korona. Yakni, perempuan berinisial WM, 68, yang sempat kontak dengan pasien D, pedagang di Toko Wan Susila Baru.

WM sendiri menjalani isolasi di rumahnya sendiri. Selain WM, pasien positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah mereka adalah AL alias Ari, putra Haji Esa yang isolasi mandiri di Perumahan Mutiara Karina, Balaipanjang. Bersama AL ini, di Perumahan yang sama, juga ikut isolasi secara mandiri, pedagang lainnya berinisia DI, 51.

Sementara, DD, warga Balai Jaring Aia Tabik, Payakumbuh Timur, juga menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Begitu pula dengan D, 56, suami dari Erlinda, pedagang toko Yen Plastik ini, juga isolasi mandiri di rumahnya, bersama anaknya berinisial FR, 19.

“Jadi, di luar yang isolasi di rumah sakit dan di tempat karatina, itu isolasinya di rumah mereka masing-masing. Dengan tetap diawasi oleh petugas kesehatan. Keluarga sudah diberitahu cara mengirim makanan untuk mereka yang isolasi di kamar khusus di rumah mereka ini,” kata dr Bakhrizal.

Sekadar diketahui, pasien positif Covid-19, memang tidak mesti isolasi di rumah sakit. Namun, bisa juga melakukan isolasi di rumah secara mandiri. Ini juga ditegaskan juru bicara penanganan Covid-19 Indonesia, Achmad Yurianto.

Dalam keterangan pers beberapa hari lalu, Achmad Yurianto mengingatkan, mengingatkan tidak semua orang yang dinyatakan positif terjangkit Virus Corona harus menjalani isolasi rumah sakit. Pada beberapa kondisi, mereka yang positif Covid-19 bisa melakukan isolasi secara mandiri.

Menurut Yuri, bagi pasien positif Covid-19 yang menjalani isolasi diri di rumah diminta untuk tetap menggunakan masker, menggunakan alat makan sendiri, tidak makan bersama keluarga yang sehat, dan tetap memerhatikan jarak kontak dengan keluarga. “Jarak kontak tidak boleh kurang dari 1 sampai 1,5 meter,” ujarnya.

Selain itu, pasien juga diwajibkan memonitor keadaan kondisi tubuh sendiri. Yuri, mengatakan, apabila panas tak juga turun, semakin batuk, disertai dengan sesak untuk segera menghubungi layanan kesehatan terdekat. “Bila tidak mampu dilakukan di rumah, akan dilakukan isolasi rumah sakit dengan indikasi-indikasi tertentu,” kata Yuri. (frv)