Belajar Tatap Muka Ditunda, Wako Ingatkan Bahaya Varian Delta

24
Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi.(IST)

Pemko Payakumbuh memutuskan untuk menunda proses belajar tatap muka di sekolah pada tahun pelajaran baru 2021/2022 yang sempat direncanakan akan dimulai pada 12 Juli mendatang. Keputusan ini diambil Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi karena virus varian Delta Covid-19 diduga kuat sudah masuk ke Sumbar.

”Menindaklanjuti Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga Menteri, kami sudah sepakat dengan Bapak Kapolres agar PBM (Proses Belajar Mengajar) tatap muka ditunda dahulu, sampai kita mencapai level herd immunity. Walaupun saat ini kita sudah zona kuning, tapi daerah sekitar berada di zona orange dan zona merah. Ini langkah antisipasi kita supaya anak-anak kita aman dari paparan Covid-19. Apalagi varian delta ini ganas, riskan sekali,” kata Riza Falepi usai rapat koordinasi Satgas Covid-19 di Balai Kota, Rabu (7/7).

Menurut Riza, target vaksinasi yang dikejar agar mencapai herd immunity adalah di atas 75 persen. Bila ini sudah tercapai dan banyaknya tenaga pendidik dan kependidikan yang sudah divaksin, maka kebijakan untuk membolehkan sekolah tatap muka berkemungkinan besar bisa diambil. Setelah dilakukan juga evaluasi oleh Satgas Covid-19.

”Disebut paranoid karena varian delta ini? Biarlah, kita khawatir nanti kejadian di kita seperti di luar daerah. Lihat di Pulau Jawa kasusnya meledak dan tak terkendali. Ngeri. Bisa habis kita. Memang karena kebijakan ini kita akan dimaki-maki, tetapi kita memikirkan bagaimana rakyat selamat,” ungkap Riza Falepi.

Baca Juga:  Empat Sapi di Payakumbuh Positif PMK, Ternak Berasal dari Sijunjung

Dipaparkan Riza, PBM dimulai pada 12 Juli mendatang. Untuk 2 minggu pertama, dilaksanakan sekolah daring saja dahulu. Setelah itu, terkait kebijakan selanjutnya Satgas Covid-91 bakal melihat perkembangan. Karena saat ini masih banyak pengajar atau guru yang belum divaksin. Terkait dengan siswa, mereka pun sudah bisa divaksin, karena pemerintah pusat membolehkan umur 12 tahun ke atas untuk divaksin.

Sementara itu, Kacabdisdik Wilayah IV Sumbar Asricun mengatakan, meski SMA/SMK/SLB di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sumbar, namun terkait kebijakan sekolah tatap muka di tengah pandemi tetap mengikuti keputusan kepala daerah di wilayah masing-masing.

”Apabila vaksin banyak tersedia, kami mengusulkan agar petugas turun ke SMA/SMK/SLB untuk jemput bola melaksanakan vaksinasi kepada guru dan siswa berusia 12 tahun ke atas. Dengan begitu, menurut data kami, bakal ada 12.000 vaksin yang bisa tersalurkan hanya dari lingkungan SMA/SMK/SLB yang ada di wilayah Kota Payakumbuh,” papar Asricun.

Senada dengan itu, Kepala Kantor Kemenag Payakumbuh Ramza Husmen menyampaikan bila pun PBM dilaksanakan secara daring, madrasah sudah oke dan pelaksanaannya sudah dipersiapkan. ”Yang jelas, kami memastikan tenaga pendidik kami sudah divaksin bila sekolah tatap muka nantinya diperbolehkan,” ujar Ramzah. (frv)