Dua Sungai di Latina Butuh Normalisasi  

28
ilustrasi normalisasi sungai. (net)

Dua sungai yang terdapat di Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina), Kota Payakumbuh, masih membutuhkan normalisasi untuk mencegah terjadinya banjir. Kedua sungai yang masih membutuhkan normalisasi di Latina itu adalah Batang Pulau dan Batang Lampasi.

”Normalisasi kedua sungai ini butuh anggaran sangat besar. Perlu perhatian khusus hingga ke pusat. Karena memang sungai sudah menjadi kewenangan pusat dan provinsi. Kalau APBD kota, sifatnya hanya penanggulangan sementara,” kata anggota DPRD Payakumbuh, Syafrizal dalam Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Latina Tahun 2021 yang digelar di aula kantor Camat setempat, Senin (8/2).

Syafrizal menjelaskan, dalam Musrenbang Latina 2021 yang digelar untuk menentukan program dan kegiatan pembangunan tahun 2022 mendatang, masyarakat Latina secara umum tetap mengharapkan adanya kelanjutan normalisasi Batang Pulau dan Batang Lampasi. Normalisasi kedua sungai ini selain untuk mengatasi banjir pada musim hujan, diharapkan juga bisa berdampak terhadap sektor pariwisata.

”Masyarakat Latina berharap, Batang Pulau dan Batang Lamposi bisa menjadi Batang Agam jilid 2 Payakumbuh. Dampaknya, sangat luar biasa untuk pertanian, pariwisata, dan usaha-usaha lain masyarakat. Khusus Batang Pulau, secara umum masyarakat tidak akan minta ganti pembebasan lahan. Dengan ikhlas memberikan tanahnya kepada Pemko, karena mereka menyadari dampak buruk yang bisa terjadi bila normalisasi ini tidak terealisasi ke depannya,” kata Syafrizal.

Dalam kesempatan itu, Syafrizal mewakili masyarakat Latina juga menyampaikan terimakasih kepada wali kota yang telah mengalokasikan APBD Kota Payakumbuh untuk Latina pada tahun 2021 ini. Alokasi itu direalisasikan dalam pembangunan fisik, ekonomi, dan sosial budaya.

“Yang istimewa di Latina, adalah rencana membangun mushala di kantor camat tahun 2021 ini. Karena selama ini, setiap yang datang ke kantor camat itu shalatnya menumpang. Kemudian, khusus untuk pokok-pokok pikiran kami di DPRD, akan diarahkan untuk rumah ibadah seperti masjid di Kelurahan Sungai Durian dan Parambahan, serta mushala di 5 SD yang ada di Latina. Sebab, ingin anak mereka belajar di sekolah, dan belajar agama di mushala yang representatif,” kata Syafrizal.

Di sisi lain, Camat Latina, David Bachri menyebut, dalam Musrenbang 2021 ini, seluruh usulan-usulan pembangunan di Latina untuk tahun 2023 mendatang, telah masuk ke Sistem Informasi Perencanaan dan Pembangunan (SIPD).

Baca Juga:  SD Negeri 58 Payakumbuh Ikut Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih

“Ada 80 usulan dari 6 kelurahan di Latina yang sudah masuk ke dalam SIPD. Sepertiga di antaranya, adalah usulan pembangunan bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Sedangkan dua pertiga adalah usulan fisik,” kata David Bachri.

Camat energik ini menyebut, warga di Latina mayoritas memiliki mata pencaharian di bidang pertanian. Makanya, fokus pembangunan untuk tahun 2022 mendatang adalah fokus ke pembenahan jaringan irigasi.

“Sementara itu, untuk usulan non fisik, kita fokuskan ke bidang ekonomi produktif dan sosial budaya. Seperti bantuan pembinaan kelompok seperti KWT, Kelompok Tani, dan lainnya. Bahkan pembinaan adat budaya generasi muda,” ujar David yang juga puta Latina.

Musrenbang Latina 2021 sendiri dibuka oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz bersama Wakil Ketua DPRD, Armen Faindal. Musrenbang yang dihadiri Kepala Bappeda Ifon Satria Chan bersama Kepala-Kepala OPD se-Payakumbuh ini, mengangkat tema “Mewujudkan Pemantapan Pemulihan Sosial, Ekonomi, dan Peningkatan Daya Saing Daerah, Dalam Suasana Covid-19, Untuk Pertumbuhan yang Berkualitas”.

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz dalam pembukaan Musrenbang, berharap agar masyarakat dapat terus mengawal rencana yang akan menjadi prioritas pembangunan. Apalagi, tahun 2022 menjadi pengujung dari RPJMD di periode pemerintahan Riza Falepi-Erwin Yunaz.

“Kita semua menyadari, kalau namanya pembangunan, tidak akan pernah selesai. Yang namanya keinginan, tentu yang terbaik, kalau melihat, condong ke yang bagus. Tapi kita, harus memperhatikan kemampuan daerah, yang membuat setiap kecamatan harus berbagi-bagi kue pembangunan setiap tahunnya. Tahap demi tahap bisa memenuhi walau tidak penuh, namun kami harap bisa memuaskan masyarakat,” kata Erwin.

Di hadapan para peserta Musrenbang Latina, termasuk para Lurah, ketua KAN, perwakilan bundo kanduang, PKK, LPM, Karang Taruna, Babinsa, Babinkamtibmas, dan tokoh masyarakat, Erwin juga menyebut, kondisi Covid-19 mengakibatkan kondisi keuangan daerah menjadi tak sebaik tahun-tahun dulu. Ada refocusing yang diperintahkan untuk kota/kabupaten se-Indonesia.

“Kendati begitu, syukurnya angka pertumbuhan ekonomi di Payakumbuh tidak minus, malah plus 1,17 persen. Sekarang, kita semua berjuang untuk bebas dari pandemi. Mari dukung pemerintah agar Covid-19 cepat usai. Dengan adanya dukungan masyarakat, pemerintahan berjalan baik. Pemikiran-pemikiran demi kesejahteraan kita kawal sebaik mungkin,” ulas Erwin Yunaz. (frv)