190 OTG di Payakumbuh Tunggu Hasil Tes Swab

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Bakhrizal saat melakukan video conference (Vidcon) di ruangan kerjanya, Selasa (28/4). (IST)

Sejak diketahui kasus positif Covid-19 pertama di Payakumbuh pada 22 April lalu, hingga Jumat lalu (8/5), Dinas Kesehatan (Diskes) Payakumbuh bersama jajaran, sudah melakukan tracking (penelusuran) terhadap orang yang punya riwayat kontak dengan pasien positif korona. Jumlah orang yang punya riwayat kontak ini. Tak tanggung-tanggung. Jumlahnya mencapai 500-an orang.

Dari pelacakan 500-an orang itu, Diskes Payakumbuh sudah mengirim sampel untuk pemeriksaan SWAB tenggorokan ke Laboratorium Biomedik, Fakultas Kedokteran, Unand, Padang, sebanyak 344 orang.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebanyak 13 orang positif terinfeksi korona dan 141 negatif. Sisanya, 190 hasil swab-nya masih menunggu,” kata Kepala Diskes Payakumbuh, dr Bakhrizal dalam konferensi Pers dengan awak media.

Dr Bakhrizal menegaskan, orang tanpa gejala (OTG) yang dinyatakan positif hasil swab-nya, akan dikirim menjalani isolasi mandiri di Padang. Sementara, OTG yang negatif, bukan bebas berkeliaran, tapi tetap banyak berada di rumah.

“Sementara, terhadap OTG yang menunggu hasil SWAB, jika tidak memiliki rumah yang layak menjalani karantina, boleh menjalani isolasi di Balai Diklat Peternakan atau BIB Sumbar di Kelurahan Ibuah,” kata dr Bakhrizal dalam rapat evaluasi Gugus Tugas Covid-19 Payakumbuh yang berlangsung secara virtual, Sabtu (9/5/2020).

Rapat evaluasi secara virtual itu sendiri dipimpin Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi bersama Sekko Rida Ananda, Kepala BPBD Yufnani Away, Kadis Sosial Idris, Kepala BKPSDM Yasrizal, Kadiskominfo Jhon Kenedi dan sejumlah kabid dan sekretaris OPD. Sementara dari seberang sana, ikut vidcon camat dan lurah-lurah se-Kota Payakumbuh.

Selain pembahasan OTG, rapat juga membahas persoalan bantuan sosial dari pemerintah pusat, provinsi, dan dari Pemko sendiri. Persoalan data yang masih ganda, diminta Wali Kota untuk diperbaiki.

“Pendistribusian bantuan jangan menimbulkan persoalan baru,” ingat Wali Kota Riza Falepi.

Wali Kota meminta, setiap rumah tangga atau KK penerima bantuan tetap dari Kemensos, harus diberi label di depan rumahnya, supaya warga tahu yang bersangkutan adalah penerima bantuan dari pemerintah. “Jadi jelas bagi masyarakat siapa yang penerima bantuan,” katanya.

Di bagian lain, juga dibahas bagaimana pemberlakukan PSBB periode kedua ini, yang diperpanjang hingga 29 Mei mendatang. Seluruh instruksi yang dikeluarkan Pemko Payakumbuh harus dilakukan oleh warga Kota Randang ini. (frv)