Langgar Aturan, 61 Orang di Payakumbuh Diamankan Polisi

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Bakhrizal saat melakukan video conference (Vidcon) di ruangan kerjanya, Selasa (28/4). (IST)

Sebanyak 61 warga Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota diamankan jajaran Polres Payakumbuh sepanjang Jumat malam (8/4) karena diduga melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumbar. Khususnya terhadap aturan penggunaan masker dan social distancing (pembatasan jarak sosial).

Informasi yang diperoleh dari Unit Polres Payakumbuh, dari 61 orang yang diamankan dalam razia penertiban PSBB tersebut, 23 orang dibawa ke Polres Payakumbuh. Kemudian, 13 orang dibawa Ke Polsekta Payakumbuh, delapan orang diamankan di Polsek Payakumbuh, 11 orang diamankan di Polsek Luhak, dan enam orang diamankan di Polsek Akabiluru.

Setelah diperiksa dan menyatakan tidak mengulangi perbuatannya yang dikuatkan dengan surat pernyataan, pagi hari menjelang sahur, baru ke-61 orang ini diperbolehkan pulang.

“Penertiban ini akan dilakukan setiap hari, untuk meningkatkan ketaatan masyarakat terhadap aturan PSBB. Membuat yang tidak peduli jadi peduli. Yang tidak sadar menjadi sadar,” kata Kapolres Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan.

Kapolres mangatakan, penertiban ini mendapat respon positif dari masyarakat. Ada di antaranya yang berpendapat razia tersebut dapat memberikan pembelajaran bagi warga yang belum peduli untuk mentaati aturan, sehingga dapat memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Bahkan, ada juga warga yang berterima kasih atas tindakan yang diberikan Polres. Karena anaknya tadinya sudah diingatkan untuk tidak keluar rumah tapi malah keluyuran,” kata Kapolres AKBP Dony Setiawan.

Sementara itu, Satpol PP Payakumbuh pada Jumat malam lalu (8/5), juga membubarkan 75 warga dari berbagai daerah yang sedang asyik memancing ikan pada sebuah kolam pancing di kawasan Cubadakaie, Kelurahan Tigo Koto Diateh, Kecamatan Payakumbuh Utara. Pembubaran ini dilakukan Satpol PP atas laporan masyarakat setempat dan melanggar aturan dari pemberlakukan PSBB.

“Kita datang ke lokasi kolam pancing itu cukup lengkap. Hampir seluruh Kasat dan Kabag dijajaran Polres Payakumbuh ikut serta ke sana. Kondisi di kolam pancing itu, sangat riskan sekali menularnya virus korona. Para pemancing duduk cukup rapat. Lebih banyak yang tidak pakai masker ketimbang yang memakai masker,” kata Kasatpol PP Payakumbuh, Devitra.

Dia menyebut, saat petugas tiba di lokasi, tak ada di antara pemancing yang hirau. Namun, setelah dihardik dan diberitahu jika petugas yang datang tim Gugus Tugas Covid-19 untuk menertibkan, barulah semuanya terperanjat dan membubarkan diri.

Pemilik kolam pancing “D”, lelaki paro baya itu, akhirnya diberi peringatan oleh petugas dan membuat surat perjanjian untuk tidak mengulangnya lagi. “Jika pemilik kolam masih mengulangnya lagi, kita akan tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” sebut Devitra. (frv)