Miliki Kualitas, Produktivitas Peternakan Sapi Sumbar Perlu Digenjot

39

Pengembangan usaha peternakan di Sumatera Barat bertujuan untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak sehingga mampu menyediakan protein hewani asal ternak seperti daging, telur, susu, untuk dikonsumsi daerah sendiri maupun provinsi tetangga.

Salah satunya ternak sapi merupakan salah satu komoditas ternak yang sangat diminati oleh provinsi terdekat. Hal ini menandakan bahwa ternak sapi Sumbar memiliki kualitas dan daya saing yang cukup kuat. Namun, produktivitas peternakan masih perlu terus digenjot, sehingga bisa menjadikan Sumbar sebagai lumbung ternak sapi.

Untuk mewujudkan itu Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy menghadiri acara silaturahmi dengan para peternak se-Sumbar di UPTD Balai Pengembangan Teknologi dan Sumber Daya (BPTSD) Tuah Sakato Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, Payakumbuh, Jumat (12/03/2021).

Dalam silaturahmi itu merupakan salah satu agenda Wagub Sumbar untuk menghimpun masukan dari peternak dan menggali kondisi di lapangan yang dihadapi peternak.

“Sehingga nanti menjadi bahan masukan bagi kita Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar, ke depan program seperti apa yang menguntungkan para peternak kita dalam rangka menggenjot produksi ternak, sekaligus evaluasi terhadap program-program peternakan yang sudah berjalan,” ujar Wagub.

Wagub menegaskan agar para peternak di Sumbar perlu dibantu, karena merekalah yang menggerakkan ekonomi, sementara itu para regulator hanya memiliki 20 persen pengaruhnya terhadap itu.

“Seharusnya kita memiliki program unggulan di peternakan, seperti Sumbar Mandiri dengan beberapa komoditas ternak yang memiliki pengertian luas, bagaimana berternak dengan baik,” ungkap Audy.

Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia, Pemprov Sumbar bisa mengikuti program Sumbar Mandiri tersebut di balai-balai pendidikan dan pelatihan ternak yang ada di kabupaten dan kota se Sumbar. Dengan pengembangan sentra-sentra ternak dan menciptakan sistem peternakan yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Upaya ini bisa menghasilkan produksi sapi, sapi perah, bebek, ayam broiler, ayam kampung, dan lain sebagainya,” tukasnya.

Baca Juga:  Jamasyir, Warga Sederhana yang Menangis saat Wagub Singgah Dini Hari

Sementara untuk ayam petelur dan broiler, Audy menilai sudah mandiri secara umum di Sumbar. Potensi sapi perah bisa menjadi sentral di Pulau Sumatera, karena kabupaten dan kota di Sumbar punya beberapa daerah dingin.

“Kondisi Sumbar sendiri punya peluang breeding sawit dan sapi, punya banyak peternakan hewan khas juga,” tutur Audy.

Selanjutnya dalam silaturahmi itu Audy ingin para peternak bisa menyampaikan permasalahan dan usulan dengan harapan nanti akan ditampung, kemudian akan menjadi bahan untuk ditindaklanjuti.

“Semua itu agar kelompok ternak ini bisa lebih berkembang, aktif disamping itu bisa mengembangkan hasil produksi ternaknya. Pasalnya, potensi peternakan di sini prospeknya sangat luar biasa untuk lebih maju lagi ke depannya,” terangnya.

Sementara itu, Wawako Erwin Yunaz sangat mengapresiasi Wagub Sumbar yang merupakan satu satunya wakil gubernur dari sarjana peternakan lulusan IPB yang berlatar belakang pengusaha bukan politisi itu juga memaparkan apa yang Sumbar perlukan untuk dunia peternakan.

“Dengan pertemuan ini membawa angin segar bagi peternak. Bagaimana langkah-langkah dari wagub tentang pergerakan dan percepatan di industri peternakan. Sementara itu kendala di pasar dan di lapangan sangat besar, bagaimana solusi cepat yang bisa diambil,” ucap Erwin Yunaz.

Menurut Erwin, selama ini segala sesuatunya terpola dengan aturan, dengan adanya Wagub yang berwawasan tentang peternakan, diharapkan dapat membawa pemerintahan berterobosan besar membawa hasil peternakan di Sumbar ke kancah ekspor.

“Kami punya usulan kepada wagub, bagaimana di Kota Payakumbuh mulai memikirkan hilirisasi hasil ternak. Payakumbuh penghasil telur dan ayam terbesar, hampir separuh dari populasinya Sumbar,” kata Erwin Yunaz.

Hadir dalam Silaturahmi tersebut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar Erinaldi, perwakilan Dekan Fakultas Peternakan Unand, Direktur Politani, Dekan Fakultas Peternakan Universitas Tamsis, perwakilan dinas yang membidangi peternakan se Sumbar. (rel)

Previous articlePlt Wako Berharap TDS V MB Club INA, Bantu Tingkatkan Pendapatan UMKM
Next articlePilkada Serentak Berjalan Lancar, KPU Solsel Apresiasi Berbagai Pihak