Tersangka Curanmor Beroperasi di 3 Provinsi

10
ilustrasi. (net)

Sedikit demi sedikit jajaran Personel Polres Limapuluh Kota, berhasil menguak informasi tentang pelaku pencurian kendaraan bermotor. Bahkan aksi itu sudah dilakukan di tiga provinsi yakni Sumbar, Riau dan Sumut.

Ini setelah aparata mendapatkan keterangan dari tersangka pencuri kendaraan bermotor yang berhasil ditangkap Unit Reserse Kriminal Umum (Resum), Satuan Resrse Kriminal Polres Payakumbuh, berinisial In, 35, yang akhirnya terpaksa ditembak aparat karena berupaya untuk kabur.

“Berdasarkan catatan dan pengakuan tersangka, aksi pencurian kendaran bermotor sudah dilakukan di Rengat, Provinsi Riau, Sibolga, Sumatera Utara dan beberapa tempat di Sumatera Barat,”ungkap Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Trisno Eko Santoso didampingi Wakapolres Kompol Abdus Syukur Felani, Senin (12/10).

Bersama Kasat Reserse Kriminal AKP Afrizal Chan, AKBP Trisno Eko Santoso mengungkapkan, pelaku terbilang lihai dalam melakukan aksinya dengan menggunakan kunci dan peralatan sederhana.

“Tersangka ini mengetahui kendaraan mana yang laku di pasaran, mudah dijual atau disewakan. Bahkan pelaku juga mencoba kabur dari petugas. Meski sudah diperingatkan dengan tembakan ke udara, namun tersangka tetap berusaha kabur, sehingga terpaksa ditembak pada bagian kaki,” tambah Kapolres.

Tersangka sejak awal sebenarnya, kata Kapolres, sudah menjadi target pencarian orang. Sebab sudah berhasil dikumpulkan informasi berdasarkan metode, pola dan modus pelaku.
“Kita terkejut juga saat pertama bertugas di Limapuluh Kota dengan aksi kejahatan pencurian kendaraan bermotor ini. Hingga menganalisa kelompok yang tengah bermain,” ucap Kapolres yang terbilang cukup agresif ini.

Selain tersangka, polisi juga berhasil menangkap tersangka penadah barang curian tersebut. Tersangka berinisial, Y, diamankan setelah beberapa jam usai penangkapan tersangka curanmor. Tersangka Y merupakan penadah hasil curian dari hasil pencurian di sarilamak.

Tersangka, In, juga diduga melakukan pencurian di Pasaman, mobil plat Merah milik pemda. “Kita sudahkoordinasi dengan Polres pasaman untuk memeriksa tersangka atau TKP lain. BB sesuatu yang digunakan kunci T dan berbagai kunci yang bisa di gonta ganti sesuai dengan jenis kendaraan,” terang Kapolres.

Selain itu, polisi juga menyita BB berupa, STNK, uang senilai Rp 12 juta hasil penjualan, dan sisa 3,6 juta yang belum dibelanjakan. Kemudian juga Pakaian jenis sweater dan sepatu yang dibeli dari hasil curian.

Baca Juga:  DAU-DID Berkurang, Pemko Kelabakan

“Bahkan tersangka juga memiliki jerigen berisi BBM yang sudah dipersiapkan untuk mencari target mobil curian berikutnya. Sementara Dua DPO masih sedang dikejar,” tambah Kapolres.

Kabur Saat Coba Dihentikan di Jalinsum
Seperti diberitakan Padang Ekspres edisi kemarin, Satuan Reserse Kriminal Polres Limapuluh Kota berhasil menangkap salah seorang dari tiga orang tersangka pelaku pencuri kendaraan bermotor usai terjadi aksi kejar-kejaran di jalan lintas Sumbar-Riau, Sabtu (10/10) menjelang Subuh sekitar pukul 04.45 WIB.

Info ini berawal dari kecurigaan unit Resum Satreskrim Polres Limapuluh Kota yang curiga dengan Toyota Calya warna Orange karena nomor polisi atau plat nomor kendaraan angkanya disamarkan dengan dicat Hitam. Kemudian satu unit kendaraan L300 pick up menyusul di belakangnya dengan nomor polisi plat dinas.

Sehingga polisi coba menghentikannya karena dinilai mencurigakan. Namun kedua unit mobil tidak dihentikan oleh pengemudinya. Alhasil terjadi aksi kejar-kejaran menuju arah Pekanbaru hingga akhirnya, tepat di depan Pustu Airputih, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, mobil L300 hilang kendali dan masuk ke pekarangan rumah warga.

Tim Reserse, langsung mendekati mobil L300 guna memeriksa pengemudi dan penumpang mobil, namun tidak ada seorangpun ditemukan dalam mobil tersebut. Padahal sebelumnya ada sopir dan seorang dibangku penumpang.

Tim Opsnal Reskrim langsung memeriksa seisi mobil hingga menemukan kunci kontak kendaraan sudah jebol dan seperti dirusak paksa. Kecurigaan tim opsna semakin kuat dan segera meminta bantuan warga untuk memburu, menyisir lokasi untuk menemukan pengemudi dan penumpang mobil yang diduga hasil curian tersebut. Namun tak berhasil ditemukan.

Selanjutnya, tim kembali melakukan pengejaran terhadap mobil Toyota Calya warna Orange menuju Pangkalan. Berkoordinasi dengan Polsek Pangkalan Koto Baru. Tak lama berselang, persisnya di dekat rumah makan Padi Salibu, Sibunbun, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, mobil tersebut berhasil distop. Tidak kooperatif saat penangkapan dan mencoba kabur tersangka terpaksa ditembak di bagian betis kanan usai beberapa kali diberi tembakan peringatan. (tim)