Warga Miskin Gratis Air Dua Bulan

Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi memimpin rapat vidcom evaluasi gugus tugas Payakumbuh dari ruang pertemuan Randang, Balai Kota Payakumbuh, kemarin. (Fajar Rillah Vesky-Padang Ekspres)

Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh terus memikirkan penanganan dampak sosial dan dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat pandemi virus korona (covid-19). Setelah menyiapkan anggaran sebesar Rp 40 miliar melalui realokasi dan refocusing APBD 2020 yang sudah diajukan ke DPRD, Pemko Payakumbuh juga mengratiskan layanan air bersih untuk warga miskin selama dua bulan.

Artinya, warga miskin yang menjadi pelanggan Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Sago (Perumda Tirta Sago) Kota Payakumbuh, tidak dikenakan pembayaran rekening air selama dua bulan. Terhitung sejak April dan Mei 2020.

Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi yang kini juga menjabat sebagai Pjs Dirut Perumda Tirta Sago, menyusul tengah dilelangnya jabatan Dirut perusahaan pelat merah tersebut, menginformasikan, pelanggan Perumda Tita Sago yang akan akan diberikan pembebasan rekening air PDAM, mencapai 6.606 Kepala Keluarga (KK). Mereka terdampak ekonomi itu dikategorikan KK miskin golongan A.

Selain membebaskan 6.606 KK miskin dari pembayaran rekening air PDAM, Riza Falepi dalam kapasitasnya sebagai sebagai Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Payakumbuh, Senin pagi (13/4), juga menggelar rapat evaluasi Gugus Tugas Covid-19. Rapat dilakukan dalam jarak jauh atau menggunakan video conference (vidcom).

Dalam vidcom tersebut, Riza Falepi bersama Wakil Wali Kota Erwin Yunaz, Kapolres AKBP Donny Setiawan, Dandim 0306/50 Kota Letkol Kav Ferry Lahe, Kasi Intel Kejari Robby, dan Sekko Rida Ananda, berada di ruang pertemuan randang Balaikota Payakumbuh. Mereka ditemani Kadiskes dr Bakhrizal, Kepala BPBD Yufnani Away, Asisten, dan sejumlah pimpinan perangkat daerah.

Sementara, anggota Gugus Tugas Covid-19 Payakumbuh bersama Kakan Kemenag Ramzah Husmen, hingga hingga level camat, lurah dan pimpinan Puskesmas, berada di ruangan lainnya. Meski berjauhan, namun suasana rapat evaluasi, tetap berjalan dengan baik.

Dalam rapatnya, Wali Kota Riza Falepi mengingatkan agar Tim Gugus Tugas Covid-19 Payakumbuh, lebih gencar lagi mengajak masyarakat mematuhi imbauan-imbauan pemerintah terkait Covid-19. Sebab, sejak Payakumbuh menetapkan tanggap darurat Covid-19, masih banyak warga yang tidak mengindahkan imbauan pemerintah.
“Dalam hal memakai masker saja, masih banyak masyarakat yang beraktifitas di luar rumah, tidak memakai masker. Begitu juga dalam menjalani social distancing (pembatasan jarak sosial) dan phyisical distancing (pembatasan jarak pisik),” kata Riza Falepi.

Tidak itu saja, Riza juga melihat warung atau kafe masih dijadikan warga untuk sebagai tempat kongkow-kongkow di musim korona. Begitu juga warnet, masih menjadi lokasi berkumpul bagi anak sekolah dan remaja bermain game. Jika anggota Satpol PP bersama TNI/Polri datang ke kafe-kafe tersebut, baru mereka yang berkumpul membubarkan diri. Padahal, selama masa tanggap darurat Covid-19 ini, warga harus menjaga jarak dan banyak di rumah.

Karena itu, Riza meminta cara operasional Gugus Tugas Covid-19 di Payakumbuh harus ditingkatkan lagi. Apalagi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, gelombang perantau pulang kampung, akan menjadi besar. Dan itu ancaman bagi warga di kampung ini, untuk diserang virus korona.

Untuk itu, Riza mengajak masyarakat  yang di kampung, untuk mengingatkan keluarganya yang dirantau untuk tidak mudik dulu. Menunda dulu pulang kampungnya. Agar penyebaran Covid-19 tidak terjadi di Payakumbuh yang hingga sekarang masih zero Covid-19 atau belum ada kasus positif korona di Payakumbuh.

Di sisi lain, Kapolres Payakumbuh, AKBP Donny Setiawan dalam vidcom tersebut, mengajak seluruh perangkat daerah untuk lebih aktif menyampaikan laporan dalam Grup Gugus Tugas. Sehingga unsur pimpinan mengetahui, anggota gugus tugas sudah bekerja maksimal.

Kapolres juga mengingatkan, saatnya Pemko Payakumbuh memikirkan, setiap warga yang datang ke pusat perniagaan, seperti di Pasar Ibuah dilakukan blower antiseptik. Dalam arti lain, setiap warga yang datang ke pasar Ibuah dan pedagangnya bisa dipastikan sudah steril.

Di bagian lain, juga diingatkan kembali, pengurus masjid dan mushalla, untuk tetap membatasi shalat Jumat dan shalat fardu lima waktu berjemaah. Untuk itu, wali kota minta pihak kantor kemenag melakukan koordinasi dengan pihak terkait, untuk mengeluarkan fatwa atau imbauan tentang masalah keagamaan ini,” ingat wali kota.

Baik Wali Kota dan Kapolres meminta Gugus Tugas yang bertanggung jawab dengan APD (Alat Pelindung Diri), agar segera melakukan pengadaan masker buat petugas medis dan sebagian untuk bantuan warga miskin. Khusus petugas medis di tingkat Puskesmas hingga rumah sakit di Payakumbuh, masih kekurangan APD.

Kondisi ini diakui Kadiskes Payakumbuh, dr Bakhrizal dan Dirut RSUD Adnaan WD, dr. Efrizanaldi. Menurut mereka, jajaran Diskes dan RSUD dr Adnaan WD, masih membutuhkan masker N95, masker bedah, hand stanitizer dan APD lengkap lainnya.

Kepala BPBD Payakumbuh, Yufnani Awai dalam rapat tersebut, memastikan akan menyiapkan surat perpanjangan masa tanggap darurat Covid-19 di Payakumbuh. Perpanjangan masa tanggap darurat ini tentu penting dilakukan, untuk mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan penanganan Covid-19 yang menggunakan anggaran pemerintah. (frv)