Tim Pastikan Jadwal Razia Bersifat Tentatif

21
ilustrasi. (net)

Razia masker yang dilakukan Satgas Pencegahan Covid-19 Payakumbuh pada Senin siang (12/10), menjadi pembelajaran berharga bagi tim. Ini setelah jadwal razia masker yang resminya disebut sebagai operasi yustisi atau operasi penegakan Perda Sumbar Nomor 6 Tahun 2020  tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini diduga bocor duluan. Dugaan ini menguat manakala di media sosial (medsos), juga sudah beredar jadwal razia masker tersebut.

Kepala Satpol PP Damkar Kota Payakumbuh, Devitra yang tergabung dalam Tim Operasi Yustisi Perda AKB saat dikonfirmasi Padang Ekspres mengaku, sudah mendapat informasi tentang beredarnya jadwal razia masker di medsos. Namun, Devitra memastikan, jadwal yang beredar di tersebut masih bersifat tentatif atau bisa berganti-ganti.

“Saya juga tidak tahu, kenapa jadwal razia atau jadwal operasi yustisi itu sampai beredar di medsos. Namun, perlu diketahui, bahwa jadwal razia masker ini bisa berganti sewaktu-waktu. Atau tidak mutlak yang beredar di medsos tersebut,” tegas Devitra.

Mantan Kabag Kesra ini menyebut, Tim Operasi Yustisi atau Tim Penegakan Perda AKB di Kota Payakumbuh bersama Satgas Pencegahan Covid-19, sudah melakukan rapat evaluasi atas razia yang dilakukan di Bundaran Tugu Adipura itu. Dari rapat evaluasi ini disimpulkan, razia tidak hanya dilakukan di Bundaran Tugu Adipura, Pelataran Parkir Pasar Ibuh, dan Medan Nan Bapaneh Ngalau Indah.

“Razia masker di Payakumbuh, tidak hanya digelar di tiga titik. Tapi, bisa pada banyak titik. Sebab, berdasarkan rapat yang kita ikuti, ke depan itu razia tidak hanya secara stasioner saja. Tapi  akan ada petugas yang mobile berkeliling dengan mobil untuk menindak warga yang tidak mau menggunakan masker,” tegas Devitra.

Bahkan, menurut Devitra, razia masker ini bisa saja dilakukan di beberapa usaha rumah makan, kafe, restoran, dan tempat-tempat ramai. “Untuk saat ini respon masyarakat dengan penegakan aturan cukup positif, kami mengimbau warga agar terus dapat memakai masker saat keluar rumah,” kata Devitra.

Terkait dengan razia masker yang digelar di Bundaran Tugu Adipura Payakumbuh itu, tim operasi mendapati ada 25 warga atau pengemudi kendaraan yang lewat tanpa memakai maskar. Ke-25 orang itu untuk tahap awal, tidak langsung dijatuhi sanksi denda. Namun disuruh gotong-royong atau membersihkan Jalan Soedirman, tepatnya dekat trotoar di depan eks kantor Bupati Limapuluh Kota.

Baca Juga:  Pariaman Tertinggi Lakukan Pelanggaran AKB

Tim Operasi Penegakan Perda AKB berharap, setelah razia masker ini digelar, kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol Covid-19 makin meningkat. ”Saat ini kita pertama kali menegakkan aturan Perda AKB) bersama jajaran TNI-Polri. Kita berharap dengan telah ada sanksi, para pelanggar protokol kesehatan dapat lebih disiplin lagi dan mengikuti aturan yang sudah ada demi mencegah penyebaran virus korona di  Payakumbuh,” pungkas Devitra.

Forkopimda Mendukung
Sebelum memulai razia masker, tim operasi yustisi bersama Satgas  Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Payakumbuh juga menggelar rapat di Balai Kota. Dalam rapat, hadir  Wali Kota Riza Falepi, Dandim 0306/50 Kota Letkol Kav Ferry S Lahe diwakili Kasdim Mayor Czi Manat B. Sianturi, Kapolres AKBP Alex Prawira, Kepala Kejaksaan Suwarsono, dan Ketua Pengadilan Negeri Kurniawan Wijonarko.

Selain mereka juga hadir Sekko Rida Ananda, Asisten I Yufnani Away, Kasatpol PP Devitra, dan Kadis Kesehatan Bakhrizal. Kemudian, Kadis Kominfo Jhon Kenedi, Kadis LH Dafrul Pasi, Plt Kadis Perhubungan Aplimadanar, Plt Kalaksa BPBD Agus Rubiono, dan stakeholder lainnya.

Wali Kota Riza Falepi mengatakan, sebagai kepala daerah dia ingin agar masyarakatnya aman dari penularan Covid-19.  Riza juga berharap agar warga dapat kooperatif bersama petugas tim penegak hukum Perda AKB. Ada Satuan Petugas dari TNI-Polri, dan Satpol PP yang akan merazia pelanggar protokol kesehatan.

“Para pelanggar akan diberi sanksi Administratif dan Pidana. Kita harus fair dengan aturan, siapapun yang terjaring razia melanggar protokol kesehatan, mau warga sipil atau pegawai pemerintah tetap ditindak dan diberikan hukuman, guna memberikan efek jera,” kata Riza.

Di sisi lain, Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengatakan siap mendukung Pemko Payakumbuh ,dalam menegakkan aturan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Bersama-sama akan menjalankan fungsinya agar aturan dalam Perda AKB dapat ditegakkan.

“Kami siap mendukung penuh penegakan Perda AKB di lapangan agar Payakumbuh kembali ke Zona Kuning, bahkan kembali ke Zona Hijau,” kata Kapolres Alex Prawira diamini Dandim, Kepala Kejaksaan dan Ketua Pengadilan Negeri. (frv)