Sekolah Dibuka, 9 Guru Positif Covid-19

58
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Pornpak Khunatorn)

Sejak proses belajar tatap muka di sekolah kembali digelar di Kota Payakumbuh, kasus guru yang positif Covid-19 kembali ”meledak” di Kota Randang ini.

Bahkan dalam tempo dua hari, Rabu (13/1) dan Kamis (14/1), sudah sembilan guru yang tercatat positif terpapar virus korona. Kesembilan guru yang dinyatakan positif Covid-19 pada Rabu dan Kamis itu adalah E, perempuan 60 tahun guru TK, warga Kubanggajah, Kelurahan Limbukan, dan MK, perempuan 43 tahun guru TK, warga Balai Tongah Koto.

Kemudian, perempuan DF, 29, guru SD, warga Kelurahan Kototangah dan perempuan A, 52, guru SD warga Parakbatuang. Selanjutnya, perempuan ND, 54, guru SD warga Padang Tongah Balai nan Duo dan perempuan D, 51, guru PAUD Paritrantang. Kemudian, laki-laki A, 59, guru SMP warga Padang Tongah Payobadar, dan lelaki GNW, 27, guru SMA domisili di Perum Talago Kelurahan Sawah Padang Aur Kuning. Serta, perempuan D, 53, guru SMK warga Kelurahan Kotopanjang.

Selain kesembilan guru ini, juga ada dua warga Payakumbuh lainnya yang dinyatakan positif Covid-19 pada Rabu (13/1). Mereka adalah laki-laki MZ, 41, perawat RS warga Paritrantang dan laki-laki AMFH, 15, santri Pekanbaru warga Kelurahan Napar. Dengan demikian, sampai Kamis (14/1), total kasus positif Covid-19 di Payakumbuh menjadi 622 orang. Dengan rincian, 587 orang sudah sembuh, 26 orang masih isolais, dan 9 orang meninggal dunia.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Payakumbuh dr Bakhrizal didampingi Kabid Kesehatan Masyarakat Fatma Nelly, para guru dan warga yang positif Covid-19 pada Rabu (13/1) dan Kamis (14/1), sudah menjalani isolasi mandiri. Tidak tertutup kemungkinan, masih akan ada tambahan kasus posirtif Covid-19 dari kalangan guru atau kluster guru di Payakumbuh.

”Klaster covid-19 dari kalangan guru ini bakal terus bertambah. Karena, target pemko sebanyak 3.600 guru di kota ini, tengah dan akan menjalani rapid tes antibodi. Terhadap mereka yang reaktif, hari itu juga langsung di SWAB. Agar program sekolah tatap muka dapat berjalan aman dari pandemi Covid-19,” kata Bakhrizal.

Belajar Tatap Muka Dievaluasi
Pada bagian lain, Bakhrizal juga menginformasikan bahwa Satgas Pencegahan Covid-19 Payakumbuh terus melakukan evaluasi terhadap proses belajar tatap muka di sekolah yang sudah dimulai sejak awal Januari 2021.

Baca Juga:  Empat Sapi di Payakumbuh Positif PMK, Ternak Berasal dari Sijunjung

Dari hasil evaluasi itu, Satgas Pencegahan Covid-19 Payakumbuh mendapati sulitnya menerapkan protokol kesehatan terhadap siswa SD dan SMP. Kemudian, masih ada siswa berkerumun pulang sekolah dan guru yang tidak pakai masker usai belajar tatap muka di sekolah.

”Kami setiap harinya terus melakukan cek ke lapangan. Memang, masih ada kesulitan dalam menerapkan protokol kesehatan terhadap siswa SD dan SM. Kemudian, di sekolah, siswa dan kita memang sudah menggunakan masker. Tapi Susahnya itu ketika di luar gerbang sekolah, mereka cenderung berkumpul saat pulang sekolah. Kemudian, ada juga guru yang tidak pakai masker sepulang sekolah,” kata Bakhrizal.

Menindaklanjuti kondisi ini, Satgas Covid-19 Payakumbuh meminta agar komunikasi antara pihak sekolah dengan orangtua, dapat ditingkatkan. Terutama, untuk memastikan agar peserta didik betul-betul langsung pulang ke rumah setelah belajar di sekolah. ”Kemudian, terhadap guru yang tidak pakai masker, bakal dikenai sanksi sesuai penegasan Wali Kota Riza Falepi,” kata Bakhrizal.

Hal serupa ditegaskan Sekretaris Diskominfo Payakumbuh Azwardi. Menurutnya, Dinas Pendikan akan tegas memberikan sanksi sesuai aturan yang ada, terhadap guru atau tenaga pendidik yang tidak mau ikut dengan aturan atau protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

”Apabila ada guru yang tidak mau di-rapid tes, maka tidak boleh masuk ke sekolah untuk mengajar, dan dianggap tidak hadir dalam absen. Ini akan mempengaruhi tunjangan pendidikan dan sertifikasinya. Apabila ditemukan melanggar prokes, maka kita beri teguran kepada sekolahnya,” tegas Azwardi dalam siarna pers yang dirilis Diskominfo Payakumbuh.

Azwardi juga menginformasikan bahwa Dinas Pendidikan Payakumbuh telah menginstruksikan agar dibentuk Satgas Covid-19 di sekolah. Pembentukan Satgas Covid-19 di internal sekolah ini, juga sudah disosialisasikan terhadap seluruh lembaga pendidikan yang ada di Payakumbuh. Mulai dari dari PAUD, TK, RA, SD, MI, MTS, SMP, SMA, MA, SMK, hingga SLB.

”Kita di Dinas Pendidikan akan melakukan pembinaan di sekolah. Ada tim yang melakukan sidak ke sekolah-sekolah. Bahkan tanpa diberitahukan jadwalnya. Kita fokus untuk lebih mematangkan pengawas seluruh sekolah. Ada binaan bersama tim satgas Covid-19 yang terdiri dari pengawas pejabat dan staf Dinas Pendidikan,” pungkas Azwardi. (frv)