Pedagang Harian di Payakumbuh Positif Covid-19

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Bakhrizal saat melakukan video conference (Vidcon) di ruangan kerjanya, Selasa (28/4). (IST)

Pedagang di Kota Payakumbuh terus terinfeksi Covid-19. Kali ini, pedagang yang terinfeksi virus korona itu berinisial DP, perempuan berusia 45 tahun, asal Padang Tangah Payobada, Payakumbuh Timur, yang sehari-hari berjualan barang harian.

Kabar DP terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan sampel swab dari Laboratorium Biomedik, Fakultas Kedokteran Unand, disampaikan Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz dalam vidoe konfrence (vidkon) dengan wartawan, Kamis siang (14/5).

Dalam vidkon itu, Erwin Yunaz didampingi Asisten III Amriul Dt.Karayiang, Kadis Kesehatan Bakhrizal, Kadis Kominfo Jhon Kenedy, Kepala Kesbangpol Budi D Permana, dan Kabid Humas Hermanto.

Erwin menyebut, Gugus Tugas Covid-19 Payakumbuh, sudah menelusuri riwayat kontak DP. “Tracking-nya (hasil penelusuran, red), masih satu klaster yang lama, yakni dari M (pasien positif sebelumnya). Dengan bertambahnya satu kasus positif Covid-19 pada Kamis ini (14/5), maka Payakumbuh tercatat sudah 13 orang positif Covid 19,” kata Erwin Yunaz.

Wawako Erwin mengimbau kepada semua elemen, untuk tetap waspada “Stay at Home”, tetap jaga kebersihan, cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak. Insya Allah, dan kita berdoa kepada Allah agar musibah ini berakhir,” kata Erwin Yunaz.

Kadis Kesehatan Payakumbuh, dr Bakhrizal menyebut, pasien DP yang terkonfirmasi positif Covid-19, sudah dikirim ke Padang, untuk pengobatan dan karantina. Sebelumnya, beberapa pasien positif Covid-19 di Payakumbuh, juga sudah dikirim ke Padang dan Bukittinggi.

Sementara itu, terkait dengan Puskesmas Aiatabik di Payakumbuh Timur yang sempat ditutup atau berhenti beroperasi karena adanya sopir ambulans yang terinfeksi virus korona. Menurut dr Bakhrizal, sejak kemarin, Puskesmas Aiatabik sudah kembali beroperasinal seperti biasa.

“Sebelumnya, mereka (tenaga medis dan pegawai Puskesmas Aiatabik, red), memang sempat libur. Karena memang ada yang sempat kontak (dengan sopir ambulans, red). Namun, setelah dilakukan pemeriksaan swab, mereka sudah negatif. Hanya satu orang yang positif (perawat/tata usaha yang tinggal di Batubalang). Makanya, yang lain sudah kembali bekerja, karena sudah aman. Ndak ada lagi yang kontak,” kata dr Bakhrizal. (frv)