Kebutuhan APD di RS Masih Tinggi

Tim Posko Covid-19 memeriksa kondisi terakhir ODP dengan menggunakan APD lengkap. (IST)

Kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) di rumah sakit, puskesmas, bahkan klinik kesehatan masih tinggi. Bahkan ada fasilitas kesehatan yang kewalahan karena kekurangan APD. Akibatnya muncul kekhawatiran tanaga kesehatan ketika melakukan pemeriksaan pada pasien.

Menyikpai itu, Ketua DPRD Sumbar Supardi mengantarkan seratusan APD pada sejumlah rumah sakit di Sumbar. Seperti ke Rumah Sakit Ibnu Sina dan RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh, Rabu (13/5). Supardi mengatakan kebutuhan alat pelindung diri (APD) di sejumlah fasilitas kesehatan masih tinggi. Baik di rumah sakit rujukan Covid-19 maupun fasilitas lainnya. “Ini tentu harus jadi perhatian bersama dalam mencegah penyebaran pandemi ini,” katanya.

Ia mengatakan bahkan ada di salah satu daerah yang belum mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan alat pelindung diri bagi tenaga kesehatan dalam bertugas memberikan pelayanan kesehatan. Menurut dia, APD kualitas premium tentunya akan membuat tenaga medis nyaman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi mereka berhadapan langsung dengan masyarakat, ada juga yang berstatus ODP tentu sangat riskan.

Salah satunya adalah fasilitas kesehatan kecil seperti klinik, puskesmas pembantu, puskesmas hingga rumah sakit yang bukan rujukan Covid-19. Menurut dia apabila warga mengalami sakit atau keluhan maka akan datang ke fasilitas kesehatan yang terdekat.
“APD harus ada di setiap fasilitas kesehatan yang ada saat ini. Agar jangan ada tenaga medis yang terjangkit,” katanya.

Supardi juga mendukung adanya tambahan tunjangan bagi tenaga medis yang bertugas digarda terdepan menangani korona. Dia menilai tambahan tunjangan itu wajar karena selama pandemi korona kerja dan risiko tenaga medis jauh lebih berat.

“Banyak tenaga medis yang menagani korona tak bisa pulang dan betemu keluarga. Selain kerja yang berat, juga menjaga agar virus tersebut tak menular ke keluarga mereka. Makanya dengan adanya tambahan tunjangan ini, menjadi obat penawar lelah tenaga medis ini,” katanya. (eko)