28 ODP Korona Jalani Rapid Test

Kajati Sumbar, Amran didampingi Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi dan Kajari Payakumbuh, mengunjungi Posko Covid-19 yang didirikan Pemkab Limapuluh Kota di perbatasan Limapuluh Kota dengan Kabupaten Agam, persisnya di Simpang Batuampa, Kecamatan Akabiluru, Jumat (17/4). (Fajar Rillah Vesky-Padang Ekspres)

Meski belum ada warga Payakumbuh yang dinyatakan positif terinfeksi virus korona (Covid-19), namun langkah antisipasi untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini, terus dilakukan pemda setempat. Terbaru, Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz bersama Kepala Dinas Kesehatan, dr Bakhrizal dan tim medis, melakukan rapid test (pemeriksaan cepat), terhadap Orang Dalam Pengawasan (ODP) virus korona.

Kepada Padang Ekspres, dr Bakhrizal menyebutkan, sampai Kamis (16/4), jumlah ODP korona di Payakumbuh tinggal 28 orang. Jumlah ODP korona ini, bisa bertambah dan berkurang. karena mereka yang baru tiba di Payakumbuh setelah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit korona, bisa dinyatakan ODP jika memilik gejala demam lebih dari 38 derajat celcius atau ada riwayat demam atau ISPA.

“Sampai Kamis (16/4), jumlah ODP korona di Payakumbuh ada 28 orang. Sedangkan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) korona ada 3 orang. Terhadap 28 orang yang masuk PDP korona ini, akan dilakukan rapid test dengan alat bantuan dari Pemprov Sumbar,” kata dr Bakhrizal yang dihubungi Padang Ekspres lewat telepon genggam.

Dr Bakhrizal menyebutkan, sampai Kamis siang (16/4), ODP korona yang sudah menjalani rapid test tersebut pada wilayah kerja empat Puskesmas. Diantaranya, Puskesmas Tarok, Puskesmas Tiaka, dan Puskesmas Parikrantang. “Nanti, akan dilanjutkan di wilaya kerja Puskesmas lainnya,” kata dr Bakhrizal.

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz menyebut, Pemko Payakumbuh akan selalu memantau perkembangan setiap ODP maupun Pelaku Perjalanan Ternotifikasi (PPT) yang datang ke Payakumbuh. “Terkait dengan rapid test yang dilakuan terhadap ODP korona, hasilnya akan disampaikan langsung kepada ODP tersebut,” kata Erwin Yunaz.

Bubarkan Keramaian
Sementara itu, Tim Gabungan Tanggap Darurat Posko Covid-19 Payakumbuh yang terdiri dari 45 personel TNI, Polri, Dishub, dan Satpol PP, membagikan masker kepada pengendara dan masyarakat yang melintas di Pasar Payakumbuh, Rabu lalu (15/4). Selain bagi-bagi masker, ke-45 personel itu juga menertibkan keramaian. Seperti kafe-kafe di Jalan Soekarno Hatta, Jalan A Yani, dan Jalan Sudirman.

Kepala Satpol PP Damkar Payakumbuh Devitra menyebutkan, aksi patroli bagi masker dan penertiban keramaian ini, akan dilaksanakan secara kontiniu setiap hari. “Pelaksanaanya bisa pagi, siang, sore atau malam hari. Ini dilakukan, untuk memutus penyebaran korona,” ujarnya.

Kawal Pasar Ibuah.
Masih terait dengan antisipasi penyebaran virus korona, Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, sejak Kamis (16/4), mulai menerapkan aturan wajib bermasker di Pasar Ibuah. Bahkan, untuk menegakkan aturan wajib masker bagi pedagang dan pengunjung pasar ini, lima poros pintu masuk pasar Ibuh mulai dijaga aparat Trantib, TNI, dan Polri.

“Pelaksanaan wajib masker khusus pasar Ibuh, bisa dikatakan sukses. Tinggal kita akan tetap menjaga dengan memperingati warga setiap hari, tidak akan melonggarkan aturan ini,” kata Kepala Dinas Koperasi Dan UKM Payakumbuh, Dahler, didampingi Kabid Pasar Arnel, Kasi Trantib Raback, dan Kasi Sarana Ayusman Prima.

Di sisi lain, Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada warganya yang telah mau mengindahkan aturan wajib bermasker ke Pasar Ibuah. “Kepatuhan tersebut meringankan beban para petugas di garda terdepan dan dirasakan sangat membantu pemerintah dalam melawan virus korona,” kata Riza. (frv)