Empat Pelaku Pasar Payakumbuh Sembuh dari Covid-19

Wali Kota Payalumbuh Riza Falepi memasangkan masker kepada salah seorang warga.

Empat pelaku Pasar Payakumbuh sembuh dari virus korona (Covid-19). Mereka adalah H Dedi Irawan, 53, pedagang elektronik Toko Wan Susila Baru yang tinggal di Perumahan Mutiara Karina, Balaipanjang, Ngalau Indah, dan Haji Desmon, 67, warga Balaijariang, Payakumbuh Timur. Kemudian, Awaluddin, tukang ojek yang tidak punya tempat tinggal tetap, dan Junaidi, penjual rokok yang tinggal di Padangtarok, Baso, Agam. Inilah, beberapa kisah mereka.

Berdiri di Ruang Randang, Balai Kota Payakumbuh, Sabtu siang (16/5), Haji Dedi Irawan dan Haji Desmon, nampak sehat. Ditemani Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz yang memakai masker orange khas BNPB, Haji Dedi dan Haji Desmon melambaikan tangan ke hadapan kamera yang dipegang staf Diskominfo Payakumbuh.

Sebelum berpose dengan Erwin Yunaz, Haji Dedi dan Haji Desmon juga mengikuti konfrensi pers yang digelar Diskominfo Payakumbuh secara online, dengan menggunakan aplikasi Zoom. Dalam konfrensi pers secara virtual tersebut, hadir pula Kadiskes dr Bakhrizal, Kadiskominfo Jhon Kenedi, Kalaksa BPBD Yufnani Away, Kakan Kesbangpol Budhy Permana, dan Kabid Humas Hermanto.

Mengawali konfrensi pers, Erwin Yunaz dan dr Bakhrizal menyampaikan kabar baik tentang Haji Dedi dan Haji Desmon yang sudah sembuh dari virus korona setelah menjalani masa isolasi. Selain Haji Dedi dan Haji Desmon, dua orang yang biasa beraktifitas di Simpang Sianok, Pasar Payakumbuh, yakni Awaluddin yang tukang ojek dan Junaidi yang pedagang rokok, juga sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Sementara itu, Haji Esa Muhardanil, Ketua Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh yang merupakan pasien pertama terkonfirmasi positif Covid-19 di kota ini, juga dikabarkan mulai membaik kondisi kesehatannya. Dari hasil pemeriksaan swab kedua, Haji Esa juga sudah negatif korona. Tinggal menunggu hasil pemeriksaan swab ketiga.

Ini artinya, virus korona yang pertamakali di dunia ditemukan di Pasar Kelelawar Wuhan, Tiongkok, tidak selalu mematikan korbannya. Walau sampai sekarang, virus yang barangkali mirip dengan wabah “sitakua” pada ternak ayam ini, belum ditemukan vaksinnya. Tapi, mereka yang terinfeksi virus korona, banyak yang dapat disembuhkan.

Empat pelaku Pasar Payakumbuh di atas menjadi contoh nyatanya, mereka, kini sudah bisa beraktifitas seperti biasa. Namun, memang butuh perjuangan esktra dan kesabaran tingkat tinggi dalam memerangi virus korona ini. Tak percaya? Simak saja, kisah Haji Dedi Irawan.

Kisah Pedagang Elektronik

Dalam keterangan tertulis yang diserahkan kepada Diskominfo Payakumbuh dan awak media, Haji Dedi menceritakan secara rinci, kronologi dirinya dinyatakan terinfeksi hingga sembuh dari virus korona. Menurut Haji Dedi, semua yang dialaminya, berawal dari viralnya kasus kasus pasien pertama Covid-19 Payakumbuh (Haji Esa Muhardanil, red) pada 21 April 2020.

Haji Esa merupakan warga satu komplek perumahan dengan Dedi. Menyusul kabar Haji Esa dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, nama Haji Dedi pun beredar secara tidak resmi di media sosial (Whatsapp) sebagai salah satu orang yang pernah kontak dengan Haji Esa.

Agar kabar ini tidak menimbulkan keresahan, Haji Dedi sejak 24 April 2020, secara pribadi berinisiatif melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Walaupun, saat itu dia belum dinyatakan aparat terkait sebagai Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Lima hari setelah melakukan isolasi mandiri, tepatnya 29 April 2020, Haji Dedi bersama warga Komplek Perumahan Mutiara Karina yang lain, diminta Dinas Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan swab di RSUD Adnaan WD Payakumbuh. Pada 3 Mei 2020, berdasarkan hasil swab tersebut, Haji Dedi dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 dengan status OTG atau Orang Tanpa Gejala.

“Sesuai arahan dari petugas Dinas Kesehatan, saya melanjutkan isolasi mandiri di rumah dengan lebih ketat. Memisahkan aktifitas saya pribadi dengan anggota keluarga yang lain. Kemudian, pada 6 Mei 2020, saya melakukan swab ke-2 di RSUD Adnaan WD Payakumbuh. Lalu, pada 10 Mei 2020, hasil pemeriksaan swab ke-2 saya dinyatakan negatif Covid-19,” kata Haji Dedi.

Meski begitu, Haji Dedi masih belum bisa bebas bergerak. Karena, pada 11 Mei 2020, dia harus kembali menjalani pemeriksaan swab ke-3 di RSUD Adnaan WD. Dua hari setelah pemeriksaan ketiga itu, tepatnya 13 Mei 2020, Haji Dedi kembali dinyatakan negatif dari Covid-19.

Tidak hanya Haji Dedi yang harus menjalani pemeriksaan swab sebanyak tiga kali. Keluarga intinya, termasuk istri dan mertua, serta manajemen dan karyawan Toko Wan Susila Baru tempat Haji Dedi  berniaga, juga menjalani pemeriksaan swab. Masing-masing, melakukan pemeriksaan secara bergantian, pada 4 dan 5 Mei 2020.

Khusus untuk manajemen dan karyawan Toko Wan Susila Baru, di luar Haji Dedi, seluruhnya dinyatakan negatif Covid-19. Sedangkan untuk keluarga inti Haji Dedi, ada satu yang dinyatakan ikut terinfeksi Covid-19, yakni mama mertua. Namun, setelah melakukan isolasi, mama mertua Haji Dedi akhirnya juga dinyatakan sembuh atau negatif dari Covid-19, berdasarkan hasil pemeriksan swab kedua pada 11 Mei 2020.

“Alhamdulillah, kini saya dan ibu mertua sudah negatif dari Covid-19. Anggota keluarga inti lainnya, termasuk manajamen dan karyawan Toko Wan Susila Baru, juga tidak ada yang terinfeksi. Upaya yang saya lakukan bersama ibu mertua selama kami menjalani isolasi secara mandiri adalah dengan tetap berprasangka baik kepada Allah. Saya meyakni, bahwa segala sesuatu ini terjadi atas izin-Nya dan saya ikhlas serta ridha dengan segala ketentuan-Nya. Ketika Allah memberikan ujian kepada kita (makhluknya), maka Allah akan memberikan pula jalan keluarnya,” kata Haji Dedi Irawan.

Selain yakin kepada Allah, Haji Dedi mengaku, menjadikan masa isolasi mandiri sebagai masa muhasabah diri serta menambah kedekatan diri kepada Allah. “Saya juga senantiasa meminta do’a dari semua kamum muslimin yang saya kenal, agar diberikan kemudahan dan kesembuhan,” sambung Haji Dedi.

Pedagang elektronik ini juga mengaku dapat sembuh setelah mengikuti anjuran dari Dinas Kesehatan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan pribadi, meningkatkan imun tubuh dengan mengkonsumsi herbal sesuai dengan Sunnah Rasullah. Seperti, Habbatausauda, minyak zaitun, air zam-zam, serta herbal dan vitamin-vitamin lainnya, dan istirahat yang cukup.

Terhadap masyarakat luas yang tidak ingin terinfeksi virus korona (Covid-19), Haji Dedi mengimbau, agar meningkatkan iman. Kemudian, mengikuti anjuran pemerintah untuk meningkatkan imun tubuh dengan hidup bersih. Senantiasa pakai masker ketika beraktifitas di luar rumah, sering mencuci tangan, menghindari kerumunan dan kontak langsung dengan orang banyak, jika itu tak penting.

Jangan Beri Stigma Buruk

Senada dengan Haji Dedi, warga Kelurahan Balaijariang, Aiatabik, Payakumbuh Timur, Haji Desmon,67, juga bersyukur telah diberikan kesembuhan oleh Allah SWT. Haji Desmon berpesan kepada masyarakat luas, agar tidak memberi stigma buruk atau menjauhi mereka yang positif Covid-19.

Karena stigma buruk yang diberikan kepada mereka yang positif Covid-19, jauh lebih menyakitkan daripada positif Covid-19 yang mereka sandang. “Memang apa yang kami rasakan (positif Covid-19, red) cukup sakit, namun yang lebih menyakitkan adalah anggapan dari oknum masyarakat terhadap kami yang positif Covid-19 ini,” kata Haji Desmon.

Meski merasa stigma masyarakat terhadap pasien positif Covid-19 amat menyakitkan. Namun, Haji Desmon mengaku bersyukur dengan support yang diberikan Tim Gugus Tugas Covid-19 dan petugas kesehatan. “Alhamdulillah berkat dukungan dan dorongan dari Tim Gugus Tugas dan petugas kesehatan kami tetap kuat dan akhirnya bisa sembuh atau negatif Covid-19,” pungkas Desmon.

Ungkapan syukur karena sembuh dari Covid-19 juga disampaikan Awaluddin, tukang ojek Simpang Sianok yang tidak punya tempat tinggal tetap. Awaludin sempat dikabarkan sebagai warga Limapuluh Kota. Namun, belakangan diketahui, dia berasal dari Solok dan lebih banyak tinggal di Payakumbuh.

Lantaran tidak punya tempat tinggal setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19, Awaludin kemudian ditampung oleh Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan. Awaludin diizinkan Ferizal tinggal di rumah dinasnya di kawasan Tanjungpati, Harau. Sebelumnya, sejumlah aktifitas dakwah, termasuk Haji Andi Torang dari Payakumbuh, juga menggalang dana untuk membantu Awaluddin. (*)