Kampung Tangguh Kubanggajah Bikin Rumah Isolasi Mandiri

50
ilustrasi. (jawapos.com)

Semangat warga Perumahan Kubanggajah, Limbukan, Payakumbuh Selatan, dalam memerangi Covid-19 benar-benar luar biasa. Setelah membuat posko secara mandiri dan ditetapkan sebagai pilot projek Kampung Tangguh, warga Kampung Tangguh Kubanggajah kini juga membuat rumah isolasi mandiri untuk pasien Covid-19.

Rumah isolasi mandiri untuk pasien Covid-19 yang dibuat warga Kampung Tangguh Kubanggajah, mendapat perhatian dari Polda Sumbar. Bahkan, Minggu sore (18/9), Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Sumbar Kombes Pol Agus Krisdiyanto bersama Kasubdit Wisata Ilva Siswanto, mendatangi Kampung Tangguh Nusantara Perumnas Kubanggajah.

Kedatangan kedua pejabat Polda Sumbar itu untuk melihat  dan menerima penjelasan tentang rumah isolasi mandiri kampung tangguh yang berlokasi di Jalan Anggrek Raya RT 02/RW 03 Perumnas Kubanggajah. Turut mendampingi rombongan, Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira, Kabag Protokoler Setdako Nalfira, Lurah Firdaus, serta pengurus kampung tangguh Kubang Gajah dan Perangkat RW dan RT setempat.

Dir Pam Obvit Agus Krisdiyanto menerima penjelasan tentang pelaksanaan kegiatan di kampung tangguh, bagaimana penertiban penerapan protokol kesehatannya dan terhadap seluruh warga yang keluar masuk, pemantauan warga ODP melalui aplikasi, serta tata laksana kegiatan di posko. Setelah itu, Agus juga meninjau kelengkapan fasilitas rumah isolasi kampung tangguh Kubang Gajah.

“Kita sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan di Posko kampung tangguh Nusantara Kubang Gajah, yang masih aktif sampai saat ini, di mana posko-posko yang lain sudah tidak berjalan lagi, dan kami meminta hal ini agar tetap dipertahankan demi memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di Kota Payakumbuh,” kata Agus.

Sementara itu, Kabag Protokoler Nalfira didampingi Lurah mengatakan semangat dan kebersamaan warga Kubang Gajah untuk mempertahankan kampung tangguh sangat diapresiasi pemerintah kota. Mengingat angka kasus Covid-19 saat ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Semoga ini dapat ditiru oleh kelurahan lainnya, swadaya warga di lingkungan ini sangat kuat. Bahkan, sebelum warga memberi bantuan kepada keluarga pasien positif di sana, di posko sudah tersedia bantuan swadaya warga setempat sebagai cadangan kebutuhan harian warga tersebut,” kata Nalfira. (frv)