Sempat Bertransaksi di Sejumlah Titik, Pengedar Uang Palsu Ditangkap

ilustrasi uang palsu. (jpg)

Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Payakumbuh, berhasil mengungkap peredaran uang palsu (upal) dengan menangkap salah seorang tersangka berinisial, GT, 26, Rabu (20/1) malam.

Bersama tersangka, polisi berhasil menyita sejumlah uang palsu, printer dan kertas yang digunakan tersangka untuk mencetak uang palsu. Bahkan sejumlah kertas uang kertas sudah berhasil dicetak dengan pecahan uang palsu menyerupai pecahan Rp 100 Ribu, Rp 50 ribu dan pecahan Rp 20 ribu.

Pengungkapan dan penangkapan terhadap salah seorang tersangka tindak pidana uang palsu tersebut, dibenarkan Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Alex Prawira melalui reliis Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Rosyidi di group Whatsapp, wartawan Polres Payakumbuh, Kamis (21/1).

”Berdasarkan surat perintah penangkapan nomor: Sp.kap/04/I/2021/Reskrim tanggal 20 Januari 2021 telah dilakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki berinisial, GT, umur 26 tahun dengan kartu identitas warga Jorong Indo Baleh Timur, Nagari Mungo, Kecamatan Luak, Kabupaten, Limapuluh Kota. Tersangka dijerat pasal 36 ayat (3) Jo pasal 26 ayat (3) Undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang Jo pasal 245 K.U.H.Pidana,” terang Kapolres AKBP Alex Prawira.

Penangkapan terhadap tersangka berawal dari informasi adanya uang palsu beredar di wilayah hukum Polres Payakumbuh yang sebagian berada di wilayah administrasi Pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota. Setelah mempelajari dan melakukan penyelidikan, Polres Limapuluh Kota melakukan penangkapan terhadap tersangka.

”Tersangka ditangkap saat sedang tidur di rumah istrinya, di Jorong Batubakuruang, Nagari Munggo, Kecamatan Luak, Limapuluh Kota sekitar pukul 21.30 WIB. Tersangka diduga telah mengedarkan, membelajakan dan mencetak uang palsu,” tambah Kasat Reskrim, AKP Rosyidi, kemarin.

Baca Juga:  Jadi Pengedar Sabu, Dua Pasutri Diringkus

Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan polisi, tersangka sudah membelanjakan uang palsu di sejumlah tempat di Kota Payakumbuh. Polisi merinci sejumlah tempat tersangka telah mempergunakan upal.

Mulai dari Kelurahan Padang Tiakar Hilir, Kecamatan Payakumbuh Timur Kota Payakumbuh. Tersangka mempergunakan untuk membeli handphone. Kemudian di Kelurahan Payobada Kecamatan, Payakumbuh Timur Kota Payakumbuh dipergunakan untuk belanja.

Selanjutnya di sejumlah tempat lainnya di Kota Payakumbuh juga digunakan untuk belanja kebutuhan tersangka. Bahkan juga digunakan tersangka untuk membeli sepeda motor di Kabupaten Limapuluh Kota.

Barang bukti, Satu unit printer Cannon Pixma seri MP 287 warna Hitam, lengkap dengan foto copy, Satu unit handphone merek Xiomi note 5 warna Putih Gold, satu buah gunting. Selain itu 38 lembar kertas ukuran A4 yang merupakan sisa dari bahan pembuatan uang palsu.

“Kita juga amankan Tiga lembar kertas ukuran A4 yang sudah diprint gambar uang pecahan Rp 50 ribu, 19 lembar uang palsu dengan pecahan Rp 100 ribu dan 8 lembar uang palsu dengan pecahan Rp 50 ribu, Satu lembar uang palsu dengan pecahan Rp 20 ribu dan satu unit sepeda motor merek Jupiter dalam keadaan trondol,” beber Kasat Reskrim. (fdl)

Previous articleDampak dari Covid-19, PMI Kekurangan Stok Darah
Next articleGanggu Trantibum, 4 Anak Punk Diamankan