Guru asal Sitanang Negatif Korona

Ilustrasi hasil pemeriksaan pasien negatif. Foto: IST)

Guru SD asal Jorong Balaimalintang, Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota berinisial ITI, 57, yang meninggal dunia di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi pada Jumat (17/4), dipastikan negatif terinfeksi Covid-19.

Kepastian itu disampaikan Ketua Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Limapuluh Kota, Joni Amir.

“Kami sudah menerima surat keterangan dari Dokter Penanggungjawab Perawatan di RSAM Bukittinggi, yakni dr. Taufik Hidayat, Sp.K. Dari Surat Keterangan Nomor 445/226/RSAM/2020 itu dinyatakan, almarhumah ibu ITI bukan terinfeksi Covid-19,” kata Joni Amir ketika dikonfirmasi Padang Ekspres.

Joni Amir menjelaskan, sebelum menyatakan ITI bukan terinfeksi Covid-19, Dokter Penanggungjawab Perawatan di RSAM Bukittinggi, juga sudah dua kali pemeriksaan swab tenggorokan dan hidung terhadap sampel almarhumah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan swab yang dilakukan di Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi, Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas Padang, dipastikan almarhumah ITI negatif dari korona.

Sebelumnya, pihak keluarga ITI sempat menolak jenazah almarhumah dimakamkan dengan prosedur tetap (protap) pemakaman korban terinfeksi korona.

Penolakan itu mereka sampaikan kepada anggota Balai Wartawan Luak Limopuluah pada Jumat (17/4), saat Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan yang juga putra Lareh Sago Halaban datang ke rumah duka di Balaimalintang, Sitanang.

Pihak keluarga meyakini, ITI bukan terpapar korona, melainkan memiliki riwayat penyakit gula (diabetes).

Selain itu, ITI juga tidak punya riwayat kontak dengan mereka yang baru datang dari daerah terjangkit korona. Sebab itu, keluarga sempat meminta, agar menunggu dulu hasil pemeriksan swab tenggorokan, untuk memastikan ITI positif terjangkit Covid-19 atau tidak. Setelah hasil pemeriksaan keluar, barulah keluarga akan mengambil jenazah almarhumah.

Namun, permintaan keluarga ini belum dapat diakomodir oleh otoritas yang terkait dengan hal ini. Sehingga, jenazah ITI tetap dikebumikan pada Sabtu lalu (18/4) di Jorong Balaimalintang, Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, dengan proses pemakaman mengikuti protokol kesehatan pemakaman korban Covid-19 yang diatur Kementerian Kesehatan.

Tiga hari setelah jenazah ITI dikebumikan, baru hasil pemeriksaan swab tenggorokan keluar. “Hasil pemeriksaan swab ini, sesuai protokolnya, tidak langsung disampaikan Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi, Fakultas Kedokteran, Unand, kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Namun, diteruskan ke rumah sakit tempat dirawat. Setelah itu, baru pihak rumah sakit meneruskan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” kata Joni Amir.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Limapuluh Kota berharap masyarakat di daerah ini, khususnya di Jorong Balaimalintang, Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, agar tidak lagi cemas atas kematian almarhumah ITI. Sebab, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan di laborotarium terpercaya milik Unand, sudah dipastikan almarhumah bukan terinfeksi korona.

“Sekali lagi kami sampaikan, almarhumah ITI bukan meninggal karena terinfeksi korona. Meski begitu, masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota, kami imbau agar tetap waspada terhadap bahaya Covid-19 ini, dengan senantiasa mengikuti imbauan pemerintah, terutama soal pembatasan jarak sosial dan jarak fisik, serta penerapan prilaku hidup bersih dan sehat,” kata Joni Amir.

Pada bagian lain, Joni Amir mengakui jika sampai Selasa sore (21/4), jumlah warga Limapuluh Kota yang masuk daftar Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait korona, terus meningkat. Jika pada 16 dan 17 April, jumlah PDP di Limapuluh Kota baru 16 orang. Maka pada 18 April meningkat menjadi 18 orang. Kemudian, pada 19 dan 20 April bertambah menjadi 19 orang. Lalu, pada 21 April, menjadi 20 orang.

“Jadi, kini (21/4, red), ada 20 warga kita yang masuk dalam daftar Pasien Dalam Pengawasan (PDP) korona. Sedangkan untuk Orang Dalam Pengawasan Korona (ODP), jumlahnya mengalami penurunan. Dari 31 orang pada 16 April menjadi 27 orang pada 21 April,” kata Joni Amir.

Warga Nankodok juga Negatif
Sementara itu, Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi menyebutkan, hasil lab warga Nankodok, Kelurahan Tigo Koto Dibaruah yang dikebumikan dengan Protap Covid-19, Minggu (19/4) kemarin, sudah keluar, dengan status hasil Negatif.

“Ya, hasil tes lab sudah keluar. Artinya dua warga kita di Nankodok yang meninggal nyonya E dan nyonya N dinyatakan negatif corona dua-duanya,” kata Riza Falepi yang merupakan Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Payakumbuh, Selasa (21/4).

Sedangkan untuk hasil tes lab warga Kelurahan Napar berinisial D yang dimakamkan dengan protap Covid-19, Selasa (21/4), masih menunggu. Wali Kota Payakumbuh mengaku bersyukur sampai saat ini meskipun sudah 3 warga dimakamkan dengan protap Covid-19, hasilnya belum ada kasus positif di Payakumbuh.

Riza juga meminta kepada masyarakat agar jangan menyebarkan informasi yang tidak jelas kebenarannya, karena hal itu akan memicu kepanikan di masyarakat. ”Saya minta jangan asal sebar informasi tentang corona ini, apalagi sampai menyebarkan informasi ada warga positif tanpa sumber dari yang berhak mengumumkan,” kata Riza.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr. Bakhrizal menyebut, sembari menunggu hasil tes lab yang lain, masyarakat diminta agar tetap waspada, untuk tetap berdiam diri di rumah dan menerapkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). “Jangan lalai dengan imbauan pemerintah, ini untuk keselamatan kita bersama, tetap waspada dan proteksi diri,” kata Bakhrizal. (frv)