Akibat Covid-19, Rp 200 M APBD Terpangkas

7
Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi.(IST)

Sekitar Rp 200 miliar Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Payakumbuh tahun 2021, terpangkas akibat Covid-19. Ini diakui Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi Datuak Rajo Ka Ampek Suku, saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Purnawirawan Dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri) Payakumbuh ke-62 di aula Koramil 01/Payakumbuh, Rabu siang (22/9).

Dalam acara yang dihadiri Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf Mochammad Denny Nurcahyono, Komandan Detasemen Zeni Tempur 2/Prasada Sakti Padangmengatas Letda Czi Irwanto, dan Kabag Sumda Polres Payakumbuh Kompol Zulman Efendi itu, Riza Falepi memaparkan kondisi saat ini cukup memprihatinkan.

Di mana Covid-19 membuyarkan banyak urusan. Seluruh unsur harus bisa menyelesaikan persoalan Covid-19 agar rakyat kebal terhadap Covid-19, termasuk vaksinasi.

Riza Falepi juga menyebut, beberapa pekan ini kasus positif Covid-19 di Payakumbuh, sudah mulai melandai. Hanya beberapa kelurahan saja, terdapat pasien positif Covid-19. Meski demikian, dampak Covid-19 ini terhadap pemerintah daerah, bahkan mengurang anggaran daerah.

“Dampak Covid-19 ini cukup bagi keuangaan daerah. Secara anggaran, APBD Payakumbuh terpaksa dipangkas sebesar Rp 200 miliar lebih. Itu jumlah yang sangat besar, 25 persen dari total APBD, sehingga kita harus menghemat di mana-mana,” kata Riza Falepi.

Dalam kondisi “paceklik” ini, Riza Falepi mengapresiasi support setiap lini dalam melayani bangsa ini. Termasuk support dari para purnawairaan TNI-Polri di Payakumbuh yang tergabung dalam Pepabri. “Kalau bukan kita siapa lagi,” kata Riza.

Bangga Jadi Warga Kehormatan Pepabri.

Dalam peringatan HUT ke-62 Pepabri Kota Payakumbuh, Riza Falepi juga mengaku bersyukur dan bangga, sejak tahun 2019, didapuk Ketua DPP Pepabri sebagai anggota kehormatan Pepabri. Riza mengucapkan terima kasih atas penghargaan ini, karena dia bukan dari unsur TNI dan Polri.

Riza juga bersyukur karena selalu diingatkan oleh anggota Pepabri yang mayoritas sudah dianggapnya sebagai orang tuanya sendiri. Riza bakal merasa malu kalau sampai tidak benar bekerja. Itu hal yang membuatnya merasa terpacu untuk terus berbuat lebih baik lagi bagi kota ini.

“Yang tua saja masih semangat, apalagi kami yang muda harus menunjukkan rasa pengabdian, perjuangan, serta keinginan berbuat bagi bangsa. Terima kasih atas komunikasi dan kerja sama selama ini banyak hal dalam membangun Payakumbuh. Saya tak akan sungkan bila dinasehati oleh Pepabri. Apabila ada pekerjaan yang kurang pas, ataupun ada kesalahan dalam memimpin kota ini,” kata Riza.

Riza juga menyampaikan dirinya ingin mengalokasikan anggaran untuk mendorong kegiatan dan keberlangsungan dari Pepabri. “Selamat ulang tahun ke-62 kepada Pepabri. Semoga tetap jaya. Dan rumah saya terbuka bagi bapak-ibu semua. Butuh energi dan tenaga yang banyak membangun bangsa. Tidak bisa diukur dengan umur, sebagai bagian mengukir sejarah pembangunan bangsa ini,” ungkap Riza.

Di akhir sambutannya, Riza Falepi mengajak seluruh lini agar dapat memperhatikan pembinaan wawasan kebangsaan kepada anak-anak muda. Jangan sampai badan dan tubuh mereka Indonesia, tetapi pemikirannya bukan pemikiran orang Indonesia. Tidak ada unsur Pancasila dan mereka tidak mengenal bagaimana perjuangan bangsa ini.

“Identitas bangsa dalam diri anak-anak muda kita jangan sampai hilang. Mudah-mudahan ini tidak terjadi. Menjadi tugas kita agar bagaimana mereka tidak terkontaminasi oleh paham-paham radikal,” terang Riza Falepi,

Sementara itu Tifar selaku Ketua DPC PEPABRI Kota Payakumbuh menyampaikan apresiasi atas dukungan wali kota selaku pembina umum Pepabri. Kemudian juga kepada Dandim, Kapolres, dan Dandenzipur selaku pembina teknis.

“Pada HUT ke-62 Pepabri, juga diberikan penghargaan kepada anggota yang telah mengabdi selama setengah dekade dan 1 dekade. Ada 237 anggota yang diberikan penghargaan. Di antaranya 157 yang mengabdi 5 tahun dan 80 orang yang mengabdi 10 tahun,” kata Tifar. (frv)