Meski Positif Covid-19, Kalaksa BPBD Payakumbuh Masih Bisa Tertawa 

Meski dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab di Laboratorium Biomedik Unand, tapi Kalaksa BPBD Payakumbuh YA masih bisa tertawa seperti biasa.

Hal itu terungkap saat diwawancarai Padang Ekspres via telepon genggamnya, Minggu pagi ini (24/5/2020). Bertepatan Idul Fitri, 1 Syawal 1441 Hijriah.

“Tadi malam itu (malam takbiran), saat Padang Ekspres menelepon, saya sudah istirahat,” kata YA yang sedang menjalani isolasi di RSUD dr Adnaan WD Payakumbuh.

Mantan Ketua KNPI Payakumbuh ini tidak menyangka, akan terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19. Apalagi, YA tidak memiliki gejala demam tinggi ataupun batuk-batuk dan sakit kepala. Namun demikian, YA mengaku tetap mengikuti protokol kesehatan,  termasuk menjalani isolasi di RSUD Adnaan WD

“Saya merasa sehat-sehat saja. Ini saya masih bisa tertawa dengan Padang Ekspres. Namun karena hasil pemeriksaan swab menyatakan saya terkonfirmasi positif Covid-19, saya tetap akan mengikuti protokol kesehatan. Termasuk menjalani isolasi ini,” katanya.

YA yang akrab disapa Pak Ci mengaku, dalam dua bulan terakhir, dia lebih banyak beraktivitas di Kota Payakumbuh. Dan nyaris tidak memiliki kontak erat ataupun kontak dekat dengan warga tempatnya tinggal di Perumahan Pulutan Permai, Tanjungpati, Harau, Limapuluh Kota.

“Dalam dua bulan terakhir, saya lebih banyak beraktivitas di Payakumbuh ketimbang di Limapuluh Kota. Bahkan anak saya saja, dua bulan ini tidak pernah keluar rumah. Uni (istri YA, red), juga banyak di rumah saja,” ungkapnya.

YA mengimbau masyarakat luas, agar tetap mengikuti protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19. Seperti tetap memakai masker, cuci tangan pakai sabun, menghindari keramaian yang tidak penting, dan mengikuti aturan dalam penerapan PSBB.

“Saya saja yang sudah setiap hari memakai masker dan mengikuti protokol kesehatan, masih bisa  positif Covid-19. Walaupun merasa badan ini sehat-sehat saja. Apalagi masyarakat yang tidak pakai masker dan tidak ikuti protokol kesehatan. Jadi, bersabarlah dan ikuti aturan pemerintah, termasuk aturan PSBB, ” imbaunya.

Insinyur jebolan Unand ini meyakini, jika masyarakat dan seluruh elemen mau bersabar dengan penerapan PSBB, sekaligus mengikuti protokol kesehatan, kasus positif Covid-19 dapat ditekan. Khususnya di Kota Payakumbuh, Sumbar.

“Seperti disampaikan Pak Wali Kota Riza Falepi dalam konferensi pers virtual pada Jumat lalu (22/5/2020), kalau kita bersabar mengikuti aturan PSBB, penyebaran Covid-19 ini dapat ditekan. Namun jika tidak, bukan tidak mungkin akan terjadi gelombang kedua serangan Covid-19,” kata YA.

Sekadar diketahui, sebelum dinyatakan terinfeksi Covid-19, YA bersama Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi,  Wakil Wali Kota Erwin Yunaz, dan Wabup Limapuluh Kota Ferizal Ridwan, mengikuti pemeriksaan swab hidung dan tenggorokan di RSUD Adnaan WD Payakumbuh pada Selasa lalu (19/5/2020).

Selain mereka, sejumlah pejabat Pemko Payakumbuh yang aktif dalam kegiatan lapangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, juga menjalani pemeriksaan swab. Termasuk  Kadiskes Bakhrizal, Kadiskominfo Jhon Kenedi dan Kakan Kesbangpol Budi D Perdana.

Setelah para pejabat itu mengikuti pemeriksaan swab, sampel lendir hidung dan tenggorokan mereka kemudian dikirim pihak RSUD Adnaan WD Payakumbuh ke Laboratorium Biomedik, Fakultas Kedokteran Unand, Padang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium inilah, Kalaksa BPBD Payakumbuh  YA dinyatakan terinfeksi Covid-19. Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Payakumbuh dr Bakhrizal, Sabtu malam (23/5/2020).

“Benar informasi tersebut. Beliau terkonfirmasi positif bersama lima warga Payakumbuh lainnya. Besok (Minggu ini, 24/5/2020), kita akan gelar konfrensi pers,” kata dr Bakhrizal yang masih bertugas meski dalam suasana  Idul Fitri. (frv)