Badan POM Permudah Masyarakat dan Pelaku Usaha Dapatkan Izin Edar

19

Direktorat Registrasi Pangan Olahan Badan POM memberikan kemudahan kepada masyarakat dan pelaku usaha untuk mendapat izin edar.

Ini bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas pelaku UMKM di masa pandemi Covid-19. Dengan adanya lisensi dan izin edar, maka produk yang beredar di pasar akan terjamin kualitasnya.

Pengembangan sektor UMKM ini juga sesuai dengan program pemerintah dalam rangka menggairahkan ekonomi masyarakat.

Kepala Loka POM Kota Payakumbuh, Iswadi menyebut, izin edar adalah salah satu bentuk pengawasan pre market. “Jadi sebelum dipasarkan, maka produk pangan itu harus dikemas dengan baik dan dievakuasi terlebih dahulu,” ujar Iswandi saat penutupan sosialisasi dan desk registrasi dalam rangka pengembangan UMKM Kota Payakumbuh di bidang pangan olahan di Loka POM di Payakumbuh, Selasa (23/03/2021).

Dikatakan, kalau evaluasi telah memenuhi persyaratan dari seri sarana serta produk, barulah dikeluarkan izin edar. “Jadi nomor izin edar adalah nomor yang dikeluarkan oleh pemerintah kepada pelaku usaha yang menyatakan bahwa produk yang diproduksi oleh pelaku tersebut memenuhi syarat aman dan mutu,” katanya.

Terkait izin edar ini, kesadaran masyarakat saat ini cukup tinggi. Ini lebih kepada tingginya tuntutan konsumen itu sendiri. Kalau sudah ada izin edar masyarakat tentunya akan menerima dengan baik, termasuk melalui pemesanan secara online.

Iswadi mencontohkan, di Payakumbuh, dari sekian banyak produk rendang Payakumbuh awalnya hanya terdaftar cukup sedikit. “Tapi sekarang ada sekitar 80 persen rendang di Payakumbuh yang sudah terdaftar. Ini karena persaingan usaha itu sendiri sehingga pembeli tentunya lebih memilih produk yang memiliki izin edar,” ungkapnya.

Bersamaan dengan itu, pihaknya juga memiliki tanggung jawab untuk menyosialisasikannya ke masyarakat. Seperti dengan melakukan kegiatan selama dua hari tersebut yang diikuti sebanyak 40 pelaku usaha yang berasal dari Kota Payakumbuh, Kabupaten Agam, Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Bukittinggi.

“Jadi pelaku usaha yang diundang di sini, sudah lolos melengkapi persyaratan yang diajukan oleh Loka POM Payakumbuh. Sudah dilakukan pemeriksaan untuk sarana produksinya hingga produknya pun sudah diuji di laboratorium yang terakreditasi,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Direktorat Registrasi Pangan Olahan Badan POM dan Loka POM di Kota Payakumbuh dalam rangka jemput bola registrasi pangan olahan, sehingga pelaku usaha bisa dengan cepat mendapatkan Nomor Izin Edar (NIE) untuk produk pangan olahan yang diproduksi.

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz menyambut baik kegiatan yang diadakan oleh Badan POM bersama Loka POM Payakumbuh ini. “Ini merupakan inovasi yang diberikan oleh Loka POM selama berada di Payakumbuh. Di mana antusias pelaku usaha sangat tinggi untuk mendaftarkan produk mereka,” ujar Erwin Yunaz.

Ia menambahkan dengan telah adanya NIE bagi pelaku usaha, maka mereka bisa bersaing di pasaran. Dan produkproduk yang telah memiliki NIE ini juga harus memiliki standar-standar yang telah ditentukan.

”Ditengah pandemi ini, memang pelaku usaha mendapat porsi lebih. Karena di tangan mereka terletak pertumbuhan ekonomi daerah. Dan Loka POM ini sebenarnya menjadi ujung tombak bagi pelaku UMKM,” tukasnya. (rid)

Previous articlePLN Siapkan Pasokan Listrik Jangka Panjang Blok Rokan
Next articleKinerja PT BPR Balerong Bunta, Total Asset Tumbuh Double Digit