Pasien  Covid-19 Pertama Mulai Membaik

Sejak menjalani isolasi di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi, kondisi kesehatan pasien Covid-19 pertama di Kota Payakumbuh, Haji Esa Muhardanil, 59, dilaporkan semakin membaik. Ketua Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh (IP3) yang sehari-hari tinggal di Perumahan Mutiara Karim, Balaipanjang, Payakumbuh Selatan itu tidak lagi dipasangi selang infus dan oksigen.

“Saya sekarang, sehat-sehat saja. Mungkin karena ini kasus pertama di Payakumbuh, jadinya agak berbeda. Bertimpa-timpa telepon yang datang kepada saya. Baik dari Padang, Jakarta, Surabaya, Bukittinggi atau Payakumbuh. Semua yang menelpon saya, memberi semangat untuk sabar dan mendoakan cepat sembuh. Alhamdulillah, sekarang saya tidak lagi dipasangi selang infus dan oksigen,” ujar Haji Esa dalam wawancara via telepon genggam dengan Padang Ekspres.

Kepala Dinas Kesehatan Payakumbuh dr Bakhrizal juga menyebutkan bahwa kondisi Haji Esa Muhardanil yang menjalani isolasi di RSAM Bukittinggi semakin membaik. “Saya yakin beliau bisa sembuh,” kata dr Bakhrizal kepada Padang Ekspres Minggu malam (26/4).

Menurut dr Bakhrizal, jajaran Dinas Kesehatan Payakumbuh ataupun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Payakumbuh yang diketuai langsung Wali Kota Riza Falepi, terus melakukan tracking atau penelusuran terhadap warga Payakumbuh lainnya yang pernah kontak fisik dengan Haji Esa Muhardanil. Sampai Minggu (26/4), sudah lima orang terdekat yang ikut diperiksa kesehatannya pasca Haji Esa dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

“Berdasarkan tracking yang dilakukan, sudah lima anggota keluarga inti yang dilakukan pemeriksaan swab. Yakni istri dan empat anak yang bersangkutan. Pemeriksaaan swab dilakukan di RSAM Bukittinggi. Kemudian sampelnya dibawa ke Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand. Hasilnya belum keluar. Masih kita tunggu,” kata dr Bakhrizal.

Selain terhadap keluarga inti, menurut dr Bakhrizal, tracking juga akan dilakukan terhadap warga lainnya dan paramedis yang sempat kontak dengan Haji Esa Muhardanil. “Seluruh yang pernah kontak, akan kita tracking. Harapan kita, jangan sampai ada yang positif kedua, ketiga dan seterusnya. Cukuplah satu orang saja,” kata dr Bakhrizal.

Dia juga mengajak masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan untuk pencegahan korona. Termasuk mematuhi seluruh imbauan pemerintah dalam pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan maklumat yang disampaikan Majelis Ulama Indonesia. “Kalau tidak kepada umarah (pemerintah) dan ulama kepada siapa lagi kita akan percaya,” kata dr Bakhrizal.

Menurut dr Bakhrizal, ketidakpatuhan terhadap imbauan pemerintah dan maklumat ulama dalam pencegahan penyebaran virus korona akan berdampak besar. Tidak hanya terhadap anggaran negara, tapi juga membuat kewalahan tenaga medis. “Sekarang saja, tenaga medis kita sudah kewalahan untuk melakukan tracking dan pemeriksaan swab. Bahkan untuk pemeriksaan swab ini, kita berencana menambah personel yang akan dilatih ke Padang,” ujar dr Bakhrizal.

Sementara itu, Haji Esa Muhardanil sebagai pasien Covid-19 pertama dari Kota Payakumbuh dalam wawancara khusus via telepon genggam dengan Padang Ekspres, menitip pesan kepada masyarakat Sumbar. “Untuk masyarakat Sumbar, khususnya warga Payakumbuh dan Limapuluh Kota, pesan saya, ikuti saja komando pemerintah dan ulama,” ujarnya.

Haji Esa nampaknya meyakini, bahwa imbauan pemerintah soal perlunya menjaga jarak fisik dan jarak sosial, memang perlu diikuti untuk mencegah penyebaran virus korona. Begitu pula dengan maklumat ulama, untuk menghindari dulu, aktifitas beribadah secara berjamaah. Baik shalat wajib, shalat jumat, ataupun shalat tarawih dan witir.

“Ikuti saja, anjuran pemerintah dan ulama untuk menghentikam dulu shalat berjamaah di masjid. Kawan-kawan di masjid, jangan sampai salat Jumat berjamaah atau salat tarawih dan witir, di rumah saja, masih bisa beribadah. Tidak mengurangi pula artinya. Saya yakin dan punya firasat, ini (pandemi virus korona), tidak lama. Di bulan Mei, insya Allah, bisa berakhir,” ujar Haji Esa Muhardanil.

Sementara, terhadap masyarakat atau jamaah masjid yang sebelumnya punya kontak fisik atau bertemu dengan dirinya, Haji Esa juga menitip pesan lewat Padang Ekspres. “Pesan untuk yang punya kontak dengan saya untuk bisa isolasi diri di rumah masing-masing,” ujarnya.

Terakhir, Haji Esa Muhardanil juga berpesan kepada umat Islam, agar terus mendekatkan diri kepada Allah di tengah pandemi virus korona ini. “Mari, kita jadikan peristiwa ini, untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Segala sesuatu, tidak mungkin terjadi tanpa kehendak Allah. Pandemi virus korona ini, pelajaran juga bagi kita, supaya menata hidup. Supaya lebih memperbanyak zikir kepada Allah,” ujar Haji Esa. (frv)