Dipicu Transmisi Lokal, Kasus Covid-19 Positif di Kota Payakumbuh Bertambah

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Bakhrizal saat melakukan video conference (Vidcon) di ruangan kerjanya, Selasa (28/4). (IST)

Setelah kasus positif Covid-19 terhadap salah seorang pedagang di Kota Payakumbuh, H. EM, beberapa hari lalu, warga positif korona kembali dilaporkan bertambah. Ini diduga sudah terjadi transmisi lokal penyebaran virus di Kota Payakumbuh.

Salah seorang warga yang dinyatakan positif tersebut merupakan salah satu dari 5 orang kontak terdekat pasien pertama yang dinyatakan positif sebelumnya dan masih dirawat di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi.

Artinya telah terjadi transmisi lokal penyebaran virus korona, yang berarti Covid-19 itu tidak lagi dari masyarakat luar ke kota atau kabupaten tersebut, tetapi sudah dari masyarakat ke masyarakat lokal.

Pasien positif Covid-19 di Kota Payakumbuh kembali bertambah satu orang, terang Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz didampingi Kepala Dinas Kesehatan Bakhrizal melalui Video Converence (Vidcon) diruangan kerja Wakil Wali Kota Payakumbuh, Selasa (28/4).

“Dari lima swap tes yang dilakukan kepada keluarga inti H. EM, satu orang dinyatakan positif covid-19 dengan inisial AL,” kata Wawako Erwin Yunaz.

Erwin mengatakan, sampai kini kondisi AL baik, dan dia sudah melakukan isolasi mandiri sejak diketahui orangtuanya positif.

Erwin kembali mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Payakumbuh untuk bersama-sama kita perangi wabah ini dengan mematuhi imbauan pemerintah, selalu pakai masker, sering cuci tangan, tinggal di rumah, kalau tidak perlu jangan keluar rumah dan semoga wabah virus ini cepat berlalu.

Kepala Dinas Kesehatan, Bakhrizal mengatakan, hasil dari tracking terhadap keluarga inti, artinya apa yang selama ini didengungkan, kini terbukti bahwa covid-19 ini sangat berbahaya, dan memberikan efek yang berbeda-beda, bahkan yang positif kini nyaris tanpa gejala.

“Sudah dari awal kita mewanti-wanti mengawasi orang luar yang masuk, yang kita takutkan klaster ini membesar, dan jumlahnya terus bertambah. Sekarang jangan kita saling tuduh menuduh, saat ini cara yang paling baik adalah kita selalu di rumah, hindari keluar rumah kalau tidak perlu,” kata Bahkrizal.

Bahkrizal menegaskan, Pemko sangat serius menangani ini. “Apabila ada rekan-rekan kesehatan datang ke rumah kita, kita jangan alergi, lebih baik jujur saja untuk menyampaikan semuanya, jangan tutupi diri sendiri, karenan virus ini sangat berbahaya,” harap Kadiskes.

Sementara untuk membatasi gerak penyebaran virus yang sudah dikatakan menyebar melalui transmisi lokal ini, Kadiskes menjelaskan terus melakukan pelacakan kontak dengan pasien positif covid-19 awal hingga kontak-kontak lainya.

“Dari hasil positif yang keluar baru-baru ini, yang kita lakukan adalah Swab dari keluarga inti H. EM. Jadi untuk penyebaran di Payakumbuh justru disebabkan dari dalam. Sampel kita ambil Sabtu lalu dan dilanjutkan Senin dan akan terus kita ambil sampel orang-orang yang kontak dengan H. EM,” terang Bakhrizal. (fdl)