Jelang Memasuki Tahun Baru, Arus Lalu Lintas Mulai Padat

68
ilustrasi arus lalulintas. (JawaPos.com)

Meski sejumlah kota seperti Bukittinggi dan Payakumbuh tutup objek wisata saat pergatian tahun baru 2020-2021, namun arus lalu lintas terlihat mulai cukup padat dari arah Pekanbaru, terutama di sepanjang Kecamatan Harau, menuju pusat Kota Payakumbuh, Rabu (30/12).

Kondisi ini terpantau sepanjang sore hingga, Rabu malam, kemarin. Meski kendaraan padat, namun arus lalu lintas terlihat lancar. “Makin malam, sajak sapekan terakhir ko rami dari arah Riau,” ucap Amar, salah seorang warga di Payolinyam, Kota Payakumbuh, Rabu (30/12).

Sepertinya maklumat presiden, bupati hingga wali kota bahkan sampai ke tingkat kelurahan atau nagari, tak begitu mempengaruhi keinginan masyarakat untuk menikmati liburan akhir tahun. Bahkan di sejumlah objek wisata di Sumbar, juga terlihat cukup ramai dikunjungi.

Padahal mulai dari Maklumat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor : Mak/4/Xii/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan dalam Pelaksanaan Libur Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021, serta Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat Nomor : 05/Ed/Gsb-2020 tentang Pengendalian Kegiatan Masyarakat untuk Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada libur Hari Raya Natal 2020 dan tahun baru 2021 juga telah disosialisasikan.

Begitu juga dengan Surat Edaran Bupati Limapuluh Kota Nomor : 556/115/Parpora-Lk/Xii/2020 tentang imbauan untuk tidak menyelenggarakan acara kegiatan pesta perayaan tahun baru 2021.

”Masyarakat nagari diimbau untuk mempertimbangkan penanganan penyebaran Covid-19 secara nasional yang belum sepenuhnya terkendalikan dan masih berpotensi berkembang luas dalam masyarakat. Sehingga perlu upaya perlindungan dan keamanan masyarakat saat libur pergantian tahun baru,” imbau Bupati Irfendi Arbi.

Baca Juga:  Dirut PAM Tigo Payakumbuh Datangi dan Identifikasi Keluhan Pelanggan

Dalam edarannya, Bupati Limapuluh Kota, mengimbau agar tidak melaksanakan pesta atau perayaan malam pergantian tahun di tempat umum, arak-arakan, pawai dan karnaval, pesta penyalaan kembang api serta kegiatan keramaian lainnya. ”Namun jika masyarakat ada kegiatan mendesak dan mendasar untuk harus berada di luar rumah, agar tetap mematuhi protokol kesehatan,” imbau Bupati.

Sementara di Kota Payakumbuh, Wali Kota Riza Falepi memperbaharui imbauan terkait pergantian tahun baru masehi 2020-2021 melalui surat imbauan Nomor : 007/40/Wk-Pyk/2020 tanggal 30 Desember 2020.

Surat ini menindaklanjuti SE Gubernur Sumatera Barat Nomor 06/ED GSB-2020 tanggal 29 Desember 2020 tentang Pengendalian Kegiatan Masyarakat untuk Pencegahan Penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) pada Libur Tahun Baru 2021. Dalam perubahan kebijakan itu, ada dua hal yang menjadi poin utama.

Rabu (30/12), Wali Kota Riza Falepi menutup operasional objek wisata di Payakumbuh semula 2 hari menjadi 4 hari. Kemudian pemilik atau pengelola objek wisata (Ngalau Indah, Panorama Ampangan, tepian Batang Agam, dan lain-lain) diminta untuk menutup operasioanal mulai dari tanggal 31 Desember 2020 jam 14.00 WIB sampai dengan tanggal 3 Januari 2021 jam 14.00 WIB.

Dalam perubahan imbauan itu, Riza juga melarang aktivitas keramaian di tempat hiburan, cafe, restoran, rumah makan. Diminta untuk tidak mengadakan kegiatan khusus yang berkaitan dengan pergantian tahun baru 2021, melayani makan dan minum dengan protokol kesehatan ketat, serta mengutamakan untuk dibawa pulang (take away) dari tanggal 31 Desember 2020 jam 19.00 WIB sampai tanggal 3 Januari 2021 jam 21.00. (fdl)