DPD RI Dorong Perbankan Maksimal Jalankan Program PEN

13

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Alirman Sori mendorong perbankan khususnya Bank Nagari Cabang Painan dapat melakukan tanggung jawab semaksimal mungkin untuk menjalankan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan penyaluran kredit kepada pelaku UMKM sesuai dengan yang ditargetkan dan tepat sasaran.

Hal ini disampaikan Alirman Sori ketika melakukan pertemuan dengan pimpinan Bank Nagari Cabang Painan, Pesisir Selatan (Pessel), Jumat (30/04/2021).

Pertemuan itu, dalam rangka pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 yang menitikberatkan kepada manfaat Program PEN terhadap Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Salah satu mitra DPD RI Komite IV itu adalah perbankan, hari ini saya sengaja berkunjung ke kantor Bank Nagari Painan, untuk melihat secara dekat serta untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kegiatan perbankan terutama di sektor penguatan PEN yang membantu para pelaku UMKM,” jelasnya

Dimana secara umum kegiatan perbankan berjalan lancar. Bahkan dengan adanya Program PEN yang dikucurkan melalui anggaran yang cukup besar tersebut, dapat membantu masyarakat di sektor riil UMKM itu sendiri di daerah.

Baca Juga:  Tinjau Pos Penyekatan Batas Bengkulu, Bupati Serahkan Paket Makanan

Alirman mendorong, agar terus melakukan mitigasi dan edukasi kepada masyarakat terutama yang bergerak di sektor UMKM, karena secara vital, menurutnya yang paling terkena dampak serius adalah para pelaku UMKM.

Senator asal Pesisir Selatan itu juga mengatakan, UMKM adalah punggung perekonomian nasional, oleh sebab itu pemerintah pusat mendukung penuh sektor UMKM untuk terus bangkit dan tumbuh di tengah pandemi Covid-19.

Sementara, Kepala Cabang Bank Nagari Painan, Helfiyanrika mengatakan saat ini, pihaknya telah melakukan penyaluran kredit untuk UMKM di Pesisir Selatan sebesar Rp 32 miliar dari pagu anggaran sebesar Rp 120 miliar. Meski di tengah pandemi Covid 19, diakuinya laju pembayaran kredit masih berjalan baik tanpa kemacetan yang tidak begitu tinggi.

“Hingga kini tingkat kemacetan kredit masih rendah. Kalau soal persyaratan juga tidak terlalu rumit. Normatif dan secara proses cepat sekali,” tuturnya. (elfi mahyuni)

Previous articleSesuai Arahan AHY, Politisi Demokrat Bagi-bagi Takjil ke Masyarakat
Next articleOptimalkan Pemanfaatan FABA, PLN Teluk Sirih Serahkan Bantuan TJSL