Tekan Laju Penularan PMK di Pessel, 300 Ekor Sapi Sudah Divaksin

25
Petugas Keswan Dinas Pertanian Pessel, saat melakukan vaksin pada ternak sapi di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan (Dok Dinas Pertanian).

Sebagai salah satu daerah sentra sapi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) melalui Dinas Pertanian terus melakukan perlindungan kepada masyarakat peternak di daerah itu agar terhindar dari kerugian akibat penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Dinas Pertanian Pessel, Madrianto, dengan didampingi Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Sri Rita Setiawati, mengatakan kemarin (30/6) bahwa daerah itu sekarang juga mendapatkan vaksin PMK sebanyak 400 dosis dari Kementerian Pertanian (Kementan).

“Agar penyebaran penyakit PMK pada sapi bisa ditekan, sehingga kita melalui petugas kesehatan hewan pada pusat kesehatan hewan (Puskeswan) yang wilayahnya belum terkena PMK, terus dipacu pemberian vaksin pada sapi oleh petugas,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa pemberian vaksin PMK itu masih terus berlangsung hingga saat ini (kemarin red) di Kecamatan IV Jurai.

“Berdasarkan rekap terakhir, sudah sebanyak 300 ekor sapi yang telah mendapatkan vaksin PMK di daerah ini, dari 400 dosis vaksin yang kita terima,” jelasnya.

Disampaikannya bahwa 300 dosis vaksin itu dilakukan pada wilayah Puskeswan Lunang Silaut sebanyak 100 ekor, Puskeswan Inderapura sebanyak 100 ekor, dan Puskeswan Tarusan sebanyak 100 ekor pula.

“Sedangkan sisanya sebanyak 100 dosis akan dilakukan pula hari ini (kemari red) di Puskeswan Kecamatan IV Jurai. Karena dalam melakukan vaksin di lapangan kita belum memiliki baju pelindung atau alat pelindung diri (APD) sehingga kita mengajukan peminjaman APD tersebut ke BPBD Pessel,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa pemberian vaksin itu hanya dilakukan pada hewan atau ternak sapi yang sehat.

“Kita akui bahwa vaksin PMK sebanyak 400 dosis itu memang masih kurang bahkan jauh mencukupi. Namun dalam kondisi darurat, ini akan sangat bermanfaat dalam menekan laju penularan PMK pada sapi di daerah ini,” ucapnya.

Baca Juga:  Faperta Unes Serahkan 1.200 Bibit Tanaman untuk Keltan di Kampung Tuik

Dia juga menyampaikan kepada masyarakat pemilik ternak di daerah itu yang sapinya sakit agar dilakukan pengobatan.

“Dari upaya itu, sehingga dari 106 sapi yang sakit atau terkena PMK sebanyak 17 ekor sudah dinyatakan sembuh. Penambahan angka sembuh ini masih terus terjadi, namun laporan terbarunya belum masuk. Berdasarkan informasi, vaksinasi massal terhadap PMK ini akan dilakukan nantinya. Berdasarkan hal itu, maka kita juga tengah melakukan kebutuhan sesuai dengan jumlah sapi dan prioritasnya,” terang Madrianto.

Diakuinya bahwa untuk mendeteksi peredaran sapi di dalam daerah, sehingga pihaknya melalui kerjasama pedagang dan pengurus kurban, tidak saja mengeluarkan surat keterangan (Suket) sehar, juga surat keterangan asal sapi.

“Ini kita lakukan karena di beberapa wilayah Puskeswan di daerah ini masih ada sapi yang terbebas dari PMK. Upaya ini salah satu langkah untuk memberikan jaminan kepada peternak, serta juga mengantisipasi agar PMK tidak menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat, terutama peternak,” terangnya.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Sri Rita Setiawati, bahwa hingga saat ini pihaknya memang belum mengajukan penambahan vaksin PMK ke pusat walau dinilai masih kurang.

“Pemberian vaksin PMK saat ini masih bersifat darurat, makanya belum dilengkapi sarana dan prasarana berupa APD dan lainnya, bahkan juga pembiayaan. Sedangkan untuk Sumbar alokasi vaksin PMK ini sebanyak 4.200 dosis. Jumlah ini dibagi kepada semua kabupaten/kota, kecuali mentawai,” jelasnya.

Ditambahkannya bahwa pelaksanaan vaksinasi itu juga dimonitoring oleh Kementan melalui Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (ISIKHNAS), dengan tenggang waktu pelaporan paling lambat tanggal 2 Juli 2022.

“Makanya kita menargetkan pelaksanaan vaksin PMK ini bisa tuntas hari ini (kemarin red) di Kecamatan IV Jurai yang sebanyak 100 dosis,” timpalnya. (yon).