Melaut, Dua Nelayan Pessel Hilang

Ilustrasi: Pencarian kapal Nelayan

Dua nelayan asal Nagari Lansano Taratak, Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan dilaporkan hilang saat melaut, Jumat (1/5). Hingga Minggu (3/5) dua nelayan tersebut masih belum ditemukan.

Sementara di Pasaman Barat, setelah hanyut dan hilang selama empat hari di Batang Tanga, Martias alias Buyuang, 46, ditemukan meninggal dunia oleh tim Basarnas, BPBD dibantu TNI dan Polri. “Angin dan gelombang besar sehingga pencarian tergangu. Kami belum menemukan tanda-tanda keberadaan kedua nelayan ini,” kata Kepala Sesi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel, Husnul Karim.

Dua nelayan yang dilaporkan hilang itu yakni Nur Amad, 52, dan Salim Adi Kumar, 19. Keduanya merupakan ayah dan anak dan dilaporkan tidak ada kabar, setelah melaut di saat cuaca buruk. “Dugaan hilang karena cuaca buruk. Sebab, sampai hari tadi, gelombang masih tinggi,” terang Husnul Karim.

Dalam pencarian, pihaknya dibantu timyang dikerahkan adalah tim gabungan BPBD, Basarnas, TNI, Polri dan nelayan. Pihaknya mengimbau masyarakat  terutama nelayan tradisional untuk meningkatkan kewaspadaan. Apalagi, gelombang akan terjadi di beberapa perairan laut di Pessel.

“BPBD telah menyiagakan personel Rescue. Kami mengimbau kepada camat dan wali nagari ikut mengimbau nelayan di wilayahnya untuk memperhatikan kondisi cuaca yang setiap jam bisa berubah,” ucapnya seraya mengatakan wilayah paling rawan gelombang tinggi. Seperti di Kecamatan Koto XI Tarusan, Bayang, Painan, Sutera, Lenggayang dan Air Haji.