Sembilan Nagari Penerima BLT Covid-19 Dievaluasi

21
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno didampingi Bupati Pessel, Hendrajoni saat berkunjung ke tempat Isolasi ODP Covid-19 di Kampung Muaro Painan Selatan, Jumat (10/4) lalu. (IST)

Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah (BPKP) Sumbar melakukan evaluasi dan pengecekan langsung ke lapangan penerima bantuan langsung tunai (BLT) tahap I. Ini dimaksudkan agar bantuan dari Dana Desa (DD) tepat sasran. Upaya itu juga dilakukan di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), dengan cara mengunjungi langsung masyarakat penerima manfaat BLT Covid-19.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Mayarakat Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDP2KB) Pessel, Wendi, kemarin (3/6) di Painan. Dijelaskannya, dalam melakukan pengecekan dan evaluasi ke lapangan, tim dari BPKP juga didampingi oleh petugas DPMDP2KB Pessel, serta dari jajaran aparatur nagari.

”Karena tim juga didampingi oleh petugas dari kabupaten dan nagari. Sehingga alamat penerima BLT Covid-19 yang bersumber dari Dana Desa ini bisa ditelusuri apakah tepat sasaran atau tidak,” katanya.

Disampaikannya bahwa pengecekan ke lapangan itu dilakukan selama sepekan. “Namun untuk Pessel hanya dilakukan pada sembilan nagari yang diduga ada indikasi tidak tepat sasasan. Itu dilakukan dari 22 hingga 28 Mai 2020,” ujarnya.

Sembilan nagari itu di antaranya, Nagari Bungo Pasang, Painan Timur, Rawang Gunung Malelo, Sawahlawe, Talaok, Kotobarapak, Tuik, Taluak, dan Nagari Taluak Tigo Sakato. Di sembilan nagari itu memang ditemui ada nama penerima BLT Covid-19 ganda.

Kegandaan itu terjadi karena masyarakat yang bersangkutan memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda. ”Oleh tim yang turun, data itu segera diperbaiki agar pada penyaluran tahap berikutnya tidak lagi terjadi kesalahan,” ujarnya.

Dia mengakui, berdasarkan evaluasi dari penelusuran tim di lapangan pada sembilan nagari itu, masyarakat yang terdata sebagai penerima BLT Covid-19 yang bersumber dari Dana Desa tersebut. Semuanya dinilai wajar dan dinyatakan berhak. ”Makanya tidak ada nama yang dicoret, kecuali bagi yang namanya ganda sebagaimana saya jelaskan tadi,” ujarnya. (yon)