Selama Ramadhan Seluruh Puskesmas Diminta Siaga 24 Jam

Puskesmas Surantih di Kecamatan Sutera.(IST)

Semua puskesmas di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) diminta untuk tetap siaga selama 24 jam. Ketegasan itu disampaikan agar pelayanan maksimal dan prima tetap bisa didapatkan oleh masyarakat di semua Puskesmas yang ada.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Pessel, Syahrizal Antoni, kepada Padang Ekspres kemarin (4/4) guna menghindari keluhan masyarakat agar selama bulan Ramadhan tidak ada petugas medis yang lalai di tingkat pelayanan dasar seperti Puskesmas.

“Kita menegaskan seluruh puskesmas yang ada di Pessel untuk tetap siaga 1 x 24 jam meskipun dalam bulan suci Ramadhan. Ketegasan ini saya sampaikan, karena memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat merupakan kewajiban. Disamping itu saya juga tidak menginginkan adanya keluhan dari masyarakat terhadap petugas yang lalai,” katanya.

Dijelaskannya bahwa di daerah itu dari 21 puskesmas, sebanyak 13 puskesmas telah melayani masyarakat untuk rawat inap.

“Selain telah memiliki 13 puskesmas rawat inap. Daerah ini juga telah memiliki satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) penyanggah, yakni RSUD Pratama Tapan di Kecamatan Basa Ampek Balai. Kehadiran RSUD Pratama Tapan ini, juga memiliki peran yang strategis dalam membantu atau melayani masyarakat dari daerah tetangga seperti Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, dan dari Kota Sungaipenuh, dan Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi,” jelasnya.

Baca Juga:  PWPS Akan Kenalkan Potensi Wisata dan UMKM Pessel Hingga ke Mancanegara

Lebih jauh dijelaskan bahwa Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan dasar di tingkat kecamatan.

“Karena pelayanan tingkat dasar, maka pemerintah harus memberikan perhatian serius, baik perhatian dari segi pelayanan, sarana medis, maupun terhadap fisik bangunan itu sendiri,” jelasnya.

Agar harapan itu tercapai, sehingga pihaknya terus melakukan monitoring di seluruh Puskesmas. “Bila dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat ada petugas yang lalai dan abai, kami siap untuk memberikan sanksi tegas. Ini bukan saja berlaku selama bulan Ramadhan, tapi juga di luar bulan Ramadhan atau di hari-hari biasa,” tutup Antoni. (yon)