BLT Dinilai tak Tepat Sasaran, Warga Protes ke Kantor Wali Nagari

Ratusan emak-emak demo ke kantor Wali Nagari Rawang Gunung Malelo Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, kemarin (7/5). Aksi tersebut diwarnai lempar kaca hingga pecah dan sejumlah kursi rusak. (Debi Virnando-Padang Ekspres)

Pembagian bantuan langsung tunai (BLT) Provinsi pada warga terdampak Covid-19 di Nagari Rawang Gunung Malelo, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, ricuh.

Kemarin (7/5/2020), ratusan emak-emak menyerbu kantor wali nagari hingga berujung pemecahan kaca dan rusaknya kursi. Pendataan yang dilakukan pihak kenagarian dianggap tidak transparan.

Kehadiran emak-emak tersebut awalnya hanya untuk meminta keterangan dari pihak kenagarian. Pasalnya, dijumpai penerima bantuan berasal dari keluarga mampu. Sementara warga tidak mampu banyak yang tidak mendapat bantuan.

”Di siko banyak urang miskin, kok nan kayo nan dapek (Di sini banyak orang miskin, kenapa yang kaya dapat bantuan, red),” sorak salah seorang emak-emak, Piak Ani, 53 dari tengah kerumunan.

Massa mempertanyakan proses pendataan yang dilakukan pihak kenagarian. Wali nagari dituntut mendata keluarga terdampak yang lebih membutuhkan. Jangan sampai ada keberpihakan dan nepotisme di tengah suasana korona saat ini.

Warga lain, Ernis, 47, juga meminta wali nagari dan perangkat nagari mendata dengan rata. Jangan membeda-bedakan keluarga, dunsanak dan karib kerabat. Berikan hak masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan yang sudah terdampak Covid-19.

”Banyak di sekitar rumah kami yang tidak dapat. Dapat hanya dua orang. Sementara banyak lagi yang kurang mampu. Kami membutuhkan tetapi tidak dapat,” ujarnya di sela-sela aksi.

Pada umumnya, emak-emak yang datang ke kantor wali merasa ada ketidak adilan dalam pemberian bantuan oleh pihak kenagarian.

Pantauan Padang Ekspres, massa sudah berada di kantor wali pada pukul 12.00. Mereka terus berdatangan hingga diperkirakan mencapai ratusan orang.

Semua berasal dari kaum ibu-ibu alias emak-emak. Aparat kepolisian juga datang ke lokasi untuk mengamankan. Namun, emak-emak tidak terlalu menggubris.

Tidak sekadar menyampaikan aspirasi, emak-emak geram hingga berujung anarkis. Lemparan yang berasal dari kerumunan mendarat di kantor wali. Sedikitnya, empat jendala kaca kantor wali nagari pecah.

Beberapa unit kursi di dalam kantor wali juga jadi objek pelampiasan. Penjelasan wali, Bamus (Badan Musyawarah) Nagari dan tokoh masyarakat tak diacuhkan. Bahkan menyoraki ketika wali berbicara.

Wali Nagari Rawang, Aprizal yang berada di lokasi berharap kepada masyarakat untuk tenang dan sabar. Bantuan dampak Covid-19 ini tidak hanya satu tahap.

Nanti, katanya, akan ada tahapan selanjutnya. Sekarang bantuan BLT dari provinsi, nanti juga ada dari bansos kabupaten dan nagari.

Jumlah keluarga penerima BLT kemarin sebanyak 148 KK, sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh provinsi. Rencana seluruh bantuan akan diserahkan kemarin. Namun, mengingat situasi tidak kondusif bantuan belum bisa diserahkan.

”Terpaksa kami stop dulu. Besok kita lanjutkan lagi, jika situasi sudah mulai aman,” jelasnya saat dikonfirmasi ulang oleh awak media.

Dijelaskan, untuk bantuan dari Kementerian Sosial, masyarakat penerima sebanyak 1.248 KK. Semua termasuk bantuan PKH, sembako dan BLT covid-19.

Kemudian akan ada bantuan yang dianggarkan dari dana nagari sebanyak 259 KK. ”Makanya yang sudah dapat hari ini, untuk ke depan tidak dapat lagi,” ujar Aprizal.

Diprediksi 50 persen dari total seluruh jumlah kepala keluarga di Nagari Rawang Gunung Malelo akan menerima bantuan.

Keluarga yang belum tersentuh akan dianggarkan dari bantuan nagari. Memang tujuan bantuan nagari untuk meminimalisir jumlah keluarga yang belum mendapat bantuan.

“Kami harap kepada seluruh masyarakat untuk bersabar. Kami akan mengupayakan pemerataan dalam memberikan bantuan ini,” pungkasnya. (deb)