Bentuk TP2DD, Pemkab Pessel Dapat Penghargaan Bank Indonesia

24

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mendapatkan penghargaan dari Bank Indonesia (BI) sebagai pemda ketiga yang telah membentuk dan menandatangani SK Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD ) Provinsi Sumatera Barat.

Selain itu, Bank Nagari Painan juga mendapatkan penghargaan dari BI sebagai Inisiator Implementasi QRIS di Kawasan Pantai Carocok Painan, QRIS Masjid dan Mushala se Kabupaten Pesisir Selatan serta QRIS 20 Puskesmas se Kabupaten Pesisir Selatan.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BI Sumatera Barat, Wahyu Purnama A kepada Wakil Bupati Pessel Rudi Hariyansyah dan Pemimpin Cabang Bank Nagari Painan, Heri Fitrianto di Kantor Perwakilan BI, Jumat(09/04/2021).

Wahyu Purnama A mengungkapkan apresiasinya untuk 3 kabupaten /kota yang telah membentuk TP2DD yaitu Kota Pariaman, Kabupaten Tanahdatar dan Kabupaten Pessel.

Menurutnya tujuan dari TP2DD adalah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Elektronifikasi Transaksi Pemerintah (ETP) mulai dari pembayaran pajak, retribusi sampai dengan perizinan.

“Berharap TP2DD di kabupaten/ kota yang ada dapat membantu mengatasi kesulitan elektronifiikasi dan digitalisasi transaksi,” harapnya.

Sementara itu, Rudi Hariyansyah mengungkapkan dengan adanya TP2DD akan dapat mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan PAD, sehingga menjadi semakin aman.

Baca Juga:  Untuk Ketujuh Kali, Pemkab Pessel Raih Opini WTP

“Dengan adanya TP2DD akan dapat mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan oleh oknum, sehingga PAD dari pajak dan retribusinya aman,” ungkapnya.

Heri Fitrianto menambahkan, penggunaan QRIS dilakukan juga dalam rangka meningkatkan percepatan dan perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD).

Heri menjelaskan, QRIS merupakan standar QR Code untuk pembayaran digital melalui aplikasi uang elektronik berbasis server, dompet digital, atau mobile banking.

Setiap Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang menggunakan sistem QR wajib mengadopsi QRIS. QRIS disusun oleh BI dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

“QRIS dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat serta mendukung transaksi dalam dan luar negeri,” katanya.

Menurutnya, masyarakat dapat bertransaksi dengan mudah dan aman cukup menggunakan ponsel. QRIS akan menguntungkan pembeli dan penjual karena transaksi berlangsung dengan sangat efisien. Anda hanya membutuhkan satu QR Code untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel.

“Tujuan utama dari QRIS adalah agar pembayaran digital menjadi lebih mudah bagi masyarakat dan memudahkan regulator untuk mengawasi dari satu pintu saja. Dengan kata lain, QRIS dapat digunakan lintas platform dan aplikasi,” ujarnya. (elfi mahyuni)

Previous articleDi Padang dan Pasaman, Polda Sumbar Tangkap 7 Pelaku Illegal Mining
Next articleDapat Hadiah Mobil Undian Simpedes, Pensiunan Guru Mengira Hoax