Dorong Perubahan Perilaku Ibu Hamil dan Balita

7
EDUKASI: Wali Nagari Tuik IV Koto Mudiek, Syahmiardi menyerahkan seara simbolis makanan bergizi di pos gizi stunting.(IST)

Pemerintah Nagari (Pemnag) Tuik IV Koto Mudiek, Kecamatan Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) melalui kerja sama Puskesmas IV Koto Mudiak dirikan pos gizi stunting. Upaya itu bertujuan untuk  mendorong agar terjadi perubahan perilaku, serta untuk memberdayakan ibu balita supaya bertanggungjawab terhadap asupan gizi anaknya.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Pessel, Satria Wibawa, melalui Kepala Puskesmas IV Koto Mudiek, Kecamatan Batangkapas, dr Jumatul Rialdi, kemarin (9/9).

Dijelaskannya, program penanggulangan balita stunting, saat ini terus digalakkan di daerah itu. “Melalui program ini, beberapa elemen terkait akan menjalin kerja sama agar penanggulangan balita stunting dan gizi buruk bisa tercapai. Salah satunya mendirikan pos gizi stunting, sebagaimana kita lakukan di Nagari Tuik IV Koto Mudiek ini,” katanya.

Dia menjelaskan, pos ini telah diresmikan Rabu (8/9). Hal itu juga seiring dengan dimulainya kegiatan pos gizi selama 12 hari di nagari itu, yakni dari 8 sampai 20 September 2021, dengan peserta 39 balita dan ibu hamil.

“Kegiatan pos gizi melalui pembinaan, sosialisasi dan pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil ini, merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah nagari bersama Puskesmas IV Koto Mudiek dalam melakukan pencegahan stunting di nagari ini,” ucapnya.

Ditambahkan, melalui pendekatan pos itu, ibu hamil dan ibu balita akan terdorong untuk melakukan perubahan perilaku supaya bertanggungjawab terhadap rehabilitasi gizi anaknya dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

Baca Juga:  Dihantam Banjir dan Longsor 7 Rumah Rusak, Lahan Pertanian Gagal Panen

“Kita berharap setelah pemberian makanan tambahan berkalori tinggi selama dua minggu melalui kegiatan pos gizi stunting ini, para balita yang menjadi peserta akan lebih bertenaga, dan nafsu makan mereka pun juga menjadi bertambah,” harap Rial.

Dia menambahkan, ada beberapa hal yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut. Di antaranya, melakukan pemulihan terhadap anak yang teridentifikasi kurang gizi, mempertahankan status gizi anak dari keluarga secara mandiri, mencegah kekurangan gizi pada anak baru lahir, serta melakukan pemberian pelayanan kesehatan, dan lainnya.

Wali Nagari Tuik IV Koto Mudiek, Syahmiardi berharap apa yang diharapkan pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat yang dimulai dari sejak balita, benar-benar bisa terwujud nantinya di nagarinya itu.

“Saya berharap melalui kegiatan pos gizi stunting ini, penanganan stunting dan gizi buruk di nagari ini benar-benar tercapai secara maksimal. Dari itu saya sangat berterimakasih kepada jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan, khususnya Puskesmas IV Koto Mudiek yang telah memberikan dukungannya,” kata Syahmiardi.

Dia juga menjelaskan, ke depan pihaknya juga akan terus berupaya memberikan jaminan kepada masyarakat miskin untuk mendapatkan atau memiliki akses jamban yang sehat.

“Sebab dengan juga terjaminnya akses jamban keluarga yang sehat, akan memberikan dampak yang besar pula terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di nagari ini. Tentunya juga dengan memanfaatkan dana desa sesuai aturan dan ketentuan berlaku,” timpalnya. (yon)