Pessel Buka Peluang Investasi Pabrik CPO

93
ilustrasi. (dok. jawapos.com)

Besarnya potensi perkebunan kelapa sawit yang dimiliki oleh Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) diyakini akan mampu memberikan jaminan ekonomi bagi masyarakat. Ini jika harga penjualan tandan buah segar (TBS) dihargai oleh pedagang sesuai harga pasar.

Sampai sekarang hasil panen kelapa sawit masyarakat tidak tertampung oleh pabrik Crude Palm Oil (CPO) yang ada di daerah itu, sehingga harga TBS selalu dihargai di bawah harga pasar.

Kondisi itu menjadi salah satu alasan bagi PT Alam Damai Lestari (ADL) berencana melakukan investasi pembangunan pabrik CPO di daerah itu, tepatnya di Nagari Kambang Barat Kecamatan Lengayang. Sebab selain terjaminnya bahan baku, masyarakat petani kelapa sawit juga akan memiliki nilai tawar terhadap harga jual TBS nantinya.

Hal itu disampaikan tim delegasi PT ADL, Jonaidi Sikumbang, yang juga sekretaris Wilayah Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS) Sumatera Utara (Sumut) kemarin (9/11) saat menggelar pertemuan dengan Pjs Bupati Pessel, Mardi, di ruang kerjanya di Painan.

Disampaikannya, sebagai perantau yang peduli dengan kampung halaman, dia merasa prihatin dengan keterpurukan harga TBS yang berkepanjangan di daerah itu.
”Salah satu penyebab harga TBS hasil panen masyarakat terpuruk di Pessel adalah karena minimnya pabrik pengolah CPO. Sementara hasil panen masyarakat melimpah,” katanya.

Baca Juga:  Dukung Digitalisasi Pendidikan, PLN Hadiahi Internet Pintar

Dikatakannya, dengan tercapainya rencana pembangunan pabrik CPO itu nanti maka masyarakat tidak perlu khawatir lagi hasil panennya ditolak oleh pabrik. Ditambahkan lagi, nilai investasi untuk pembangunan pabrik CPO tersebut mencapai Rp 200 miliar.

Pjs Bupati Pessel, Mardi, dalam kesempatan itu menyambut baik keinginan PT ADL untuk menanamkan investasinya melalui pembangunan pabrik CPO di daerah itu. Diakuinya hingga kini masyarakat petani kelapa sawit di daerah itu masih sering mengeluh karena harga yang masih jauh dari standar harga pasar.

Sekkab Pessel, Erizon, yang juga hadir dalam kesempatan itu menjelaskan, di daerahnya itu pabrik CPO hanya ada di daerah bagian selatan Pessel, tepatnya di Kecamatan Lunang, Basa Ampek Balai Tapan, dan Kecamatan Pancungsoal.

Dia menambahkan, di daerah itu perkebunan kelapa sawit milik perusahaan ada di Kecamatan Lunang, Silaut, Pancungsoal, dan Kecamatan Airpura. Sedangkan yang merupakan milik masyarakat tersebar di sebelas kecamatan. Dia menyebutkan ada empat perusahaan CPO yang beroperasi.

”Petani tidak harus lagi bergantung menjual hasil panennya kepada pedagang pengumpul, tapi bisa langsung ke pabrik. Jika sekarang TBS hanya dihargai pedagang Rp 800, hingga Rp 1.100 per kilogram, dengan menjual langsung ke pabrik bisa naik menjadi Rp 1.700 bahkan bisa lebih,” ujarnya. (yon)