Alokasikan Dana Desa Kembangkan Mina Padi

16
IST PERTANIAN: Lahan budidaya mina padi di Nagari Talaok, Kecamatan Bayang memanfaatkan dana desa.(IST)

Untuk membantu masyarakat petani dalam meningkatkan perekonomiannya sesuai dengan potensi yang dimiliki, Pemerintahan Nagari (Pemnag) Talaok, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) melakukan pengembangan usaha budidaya mina padi.

Pola bercocok tanam pmina padi itu dilakukan dengan memanfaatkan dana desa pada lahan persawahan seluas 1,5 hektare. Di lahan percontohan itu, pihak nagari melakukan pengembangan berbagai jenis ikan seperti nila, gurame, mujair, dan lele.

Hal ini disampaikan Wali Nagari Talaok, Ilwardi, kemarin (10/2) kepada Padang Ekspres. “Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat petani, Pemnag Talaok melalui dukungan dana desa tahun 2022, melakukan pengembangan budidaya mina padi pada lahan persawahan. Tahun ini pengembangannya dilakukan pada lahan seluas 1,5 hektare yang sekaligus sebagai percontohan,” katanya.

Upaya itu dilakukannya sebab bercocok tanam dengan menerapkan pola mina padi akan sangat menguntungkan bagi petani. Selain itu potensi lahan yang tersedia juga cukup luas serta juga memiliki pengairan yang lancar.

“Kalau pengembanganya dilakukan secara potensial, maka pertumbuhan dan perkembangan ikan akan lebih cepat. Bahkan dalam masa tiga bulan ikan yang ditebar telah bisa dipanen dengan hasil yang diharapkan. Panen ini bisa dilakukan secara beriringan dengan panen padinya,” jelas Ilwardi.

Baca Juga:  Hindari Salah Paham, Tata Objek Wisata Pantai Carocok Painan

Disebutkannya, tahun 2022 ini Nagari Talaok, menerima kucuran dana desa dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 1,1 miliar.

“Dana ini akan kita gunakan sesuai dengan ketentuan, dimana sebesar 20 persennya dapat digunakan untuk program ketahanan pangan. Karena potensi pertanian dengan menerapkan pola mina padi sangat besar. Sehingga ini dijadikan sebagai salah satu program unggulan di bidang ketahanan pangan ini,” ucapnya.

Dijelaskan juga, selain ketahanan pangan, kucuran dana desa itu juga dialokasikan untuk penanganan Covid-19 sebesar 8 persen, dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar 40 persen pula.

“Karena yang bisa digunakan untuk kegiatan ketahanan pangan hanya sebesar 20 persen, sehingga saya berharap pola tanam mina padi ini bisa terus berkembang di nagari ini guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani. Sebab 75 persen penduduk di nagari ini adalah petani penggarap lahan,” tutupnya. (yon)