Laporkan Provokator Demo BLT, Bupati sebut Ada 13 Oknum Diduga Terlibat

Bupati Pessel, Hendrajoni saat diwawancarai wartawan. (Foto: IST)

Aksi demonstrasi warga Rawang terkait penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) untuk masyarakat terdampak Covid-19 beberapa waktu lalu berbuntut panjang.

Bupati Pessel Hendrajoni meminta Wali Nagari Rawang Gunung Malelo, Kecamatan Sutera, Afrizal agar melaporkan oknum menjadi provokator demo pada Kamis (7/5) lalu itu.

Hal itu bertujuan memberikan efek jera dan tidak terjadinya aksi demo pada nagari-nagari lainnya.

“Aksi demo itu mendapat hasutan dari provokator. Hal demikian sangatlah tidak mendidik, serta juga melanggar undang-undang. Maka itu kepada wali nagari saya minta untuk segera melaporkan oknum yang menjadi provokatornya,” tegas Hendrajoni, saat diwawancara di Sekretariat Percepatan Pengananan Covid-19 di Gedung Painan Convention Centre (PCC), kemarin.

Dari laporan ia terima, ada sebanyak 13 oknum masyarakat diduga sebagai aktor atau sebagai provokator dibalik aksi demo itu.

”Karena aksi itu mendapatkan informasi yang tidak benar, sehingga mereka tanpa terkendali dan menuding wali nagari tidak benar dalam melakukan pembagian BLT yang terdampak Covid-19,” katanya.

Dijelaskannya bagi masyarakat yang benar-benar terdampak dan berasal dari keluarga miskin, semuanya akan mendapat bantuan.

“Namun bila dalam data itu mereka tidak tercatat sebagai penerima bantuan yang bersumber dari provinsi, dapat diusulkan melalui bantuan pusat, kabupaten. Bahkan juga nagari. Masyarakat yang bersangkutan, dapat menyampaikan usulan itu secara langsung. Bila memang benar-benar pantas, jika perlu datang ke saya,” jelasnya.

Akibat aksi itu, membuat empat jendala kaca kantor wali nagari pecah dan hancur, serta beberapa unit kursi dalam kantor wali juga rusak.

“Agar kejadian ini tidak lagi terulang pada nagari lainya, sehingga saya tegaskan kepada wali nagari agar melaporkan 13 oknum yang menjadi provokator itu kepada polisi. Tujuannya agar bisa diproses secara hukum,” tegasnya.

Wali Nagari Rawang Gunung Malelo, Afrizal, ketika dihubungi mengatakan bantuan dampak Covid-19 itu tidak hanya berasal dari provinsi sebagaimana sudah dilakukan, tapi juga dari pusat, dan nagari.

Penerima BLT dari provinsi di nagari itu tercatat sebanyak 148 kepala keluarga (KK) dan itu sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh provinsi.

Sedangkan dari BLT Kementrian Sosial (Kemensos) kuotanya sebanyak 1.248 KK pula, dan itu termasuk bantuan PKH, sembako dan BLT Covid-19.

“Sedangkan yang berasal dari dana desa atau nagari sebanyak 259 KK pula. Nah nama-nama mereka itu tidak boleh ganda, atau tercatat pada dua sumber bantuan. Makanya yang tidak ada namanya di provinsi, dimasukan ke bantuan pusat dan juga nagari,” jelasnya.

Terkait ketegasan Bupati Pessel, Hendrajoni, agar oknum yang menjadi provokator aksi demo itu agar dilaporkan secara hukum, pihaknya akan menjalankan sesuai apa yang sudah diarahkan oleh pimpinan.

“Segera melaporkan oknum yang menjadi provokator demo. Sebab akibat dari oknum provokator itu, kaca jendela kantor hancur, dan beberapa unit meja dan kursi juga rusak,” timpalnya. (yon)