Pertahankan Pola Tanam Serentak, Minimalisir Serangan Hama

6
TANAM SERENTAK: Petani di Pessel menanam padi mempertahankan pola tanam serentak.(IST)

Memasuki musim tanam kedua tahun 2022 ini, para petani di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) tetap diminta agar mempertahankan pola tanam serentak.

Upaya itu akan memberikan dampak yang positif terhadap keberlangsungan ekonomi petani. Sebab pola tanam serentak itu bisa meminimalisir ancaman tanaman dari serangan hama.

Kepala Dinas Pertanian Pessel, Madrianto mengatakan kemarin (10/5), setiap musim tanam petani terus didorong agar terus mempertahankan pola tanam serentak.

“Imbauan itu disampaikan, sebab dengan menerapkan pola tanam serentak itu, serangan hama terhadap tanaman, terutama padi bisa diminimalisir. Pola tanam serentak dua kali dalam satu tahun ini bisa dilakukan pada lahan seluas 30.344 hektare yang tersebar di 15 kecamatan yang ada,” katanya.

Disampaikannya, dengan terhindarnya tanaman padi petani dari serangan hama, jelas akan memberikan keuntungan pula terhadap peningkatan produksi yang akan memberikan kesejahteraan bagi petani itu sendiri.

Madrianto menambahkan, tahun 2022 ini pihaknya menargetkan produksi padi mencapai 7 ton per hektare, terutama pada lahan yang memiliki jaringan irigasi yang airnya terjamin.

Baca Juga:  Lakukan Kunjungan Kerja Perorangan, Darizal Basir Salurkan Bantuan Sembako

“Agar harapan ini tercapai, maka kepada petani diminta supaya menerapkan pola bercocok tanam melalui penerapan teknologi pertanian. Tentunya juga menanam bibit unggul sebagaimana disediakan baik pada kios maupun penangkar yang ada di daerah ini,” ujarnya.

Dikatakan lagi, untuk menjamin ketersediaan stok pangan, dia juga mengimbau kepada masyarakat petani untuk tidak menjual habis hasil panen.

“Saya juga meminta kepada petani agar tidak menjual habis hasil panen setelah melakukan panen. Sisihkanlah sebagiannya untuk konsumsi agar ketersediaan pangan tetap terjaga di masyarakat,” ingatnya. (yon)