Selain Zona Merah, Pemkab Pessel Perbolehkan Shalat Ied di Masjid

29

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) melarang warganya menyelenggarakan Shalat Idul Fitri di masjid dan musala jika daerah tersebut berada di zona merah, terkecuali untuk yang ada di zona oranye, kuning dan hijau.

“Diperbolehkan Shalat Idul Fitri di masjid dan musala sepanjang nagari tersebut berada di zona oranye, kuning atau hijau,” tegas Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar, Rabu (12/05/2021).

Untuk yang berada di zona merah, Pemkab meminta masyarakat melaksanakan Shalat Ied di rumah saja.

Dikatakan, ketentuan zonasi penyebaran Covid-19 sesuai dengan yang ditetapkan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pessel berdasarkan pemetaaan sebaran kasus positif Covid-19 periode 25 April sampai 11 Mei 2021.

Lebih lanjut dikatakan, kebijakan ini diambil setelah mencermati masukan masyarakat dan menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat Nomor : 09/Ed/GSB-2021, tertanggal 11 Mei 2021, tentang Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi Dalam Masa Pandemi virus Corona (Covid-19) di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2021.

Sehubungan dengan pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M, bupati melalui surat Nomor 100/83/STC-19/V/2021 tanggal 11 Maret 2021 tentang pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal tahun 1442 H/ 2021 M menyampaikan khusus bagi panitia /pengurus yang menyelenggarakan Shalat Idul Fitri di masjid/musala agar memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

Baca Juga:  Ketua dan Bendahara KONI Pessel Ditahan Oleh Penyidik Tipikor

a. Mendisiplinkan jamaah dalam memakai masker dengan benar.

b. Menyediakan alat pengukur suhu/thermogun dan apabila ditemukan suhu tubuh di atas 37,50 C atau kondisi jamaah kurang sehat disarankan untuk shalat di rumah saja.

c. Menyediakan sarana pencuci tangan di depan pintu masuk dan pintu keluar masjid/musala serta hand sanitizer sesuai kebutuhan.

d. Menyarankan kepada jamaah untuk berwuduk dari rumah masing-masing, membawa alas shalat/sajadah sendiri, menjaga jarak setelah shalat dan tidak melakukan kontak langsung/berjabat tangan sesama jamaah setelah melaksanakan shalat.

e. Menyarankan kepada khatib untuk mempersingkat durasi khutbah paling lama 20-25 menit.

f. Melakukan koordinasi terkait pelaksanaannya dengan Satgas Pananganan Covid-19 Nagari/Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan/Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pessel.

Shalat di Rumah Dinas

Sementara itu, Bupati direncanakan Shalat Idul Fitri di rumah dinas. “Saya dan keluarga Shalat Ied di rumah saja,” katanya.

Berdasarkan data Satgas penanganan Covid-19 terdapat dua nagari yang berada di zona merah yaitu, Nagari Painan Kecamatan IV Jurai dan Gurun Panjang Selatan, Kecamatan Bayang.

Sementara nagari zona oranye sebanyak sembilan nagari, zona kuning 29 nagari dan zona hijau 142 nagari. (elfi mahyuni)

Previous articleDibegal OTK, Uang dan Emas Juragan Kelontong Dibawa Kabur
Next articleTutup Ramadan, Inilah yang Dilakukan DPD NasDem Padangpanjang