Datangi Pasar-pasar, Nasrul Abit Nyinyir Ingatkan Warga Bahaya Korona

32

Calon gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, mengunjungi sejumlah pasar di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Senin (12/10/2020) siang.

Nasrul Abit, mensosialisasikan kepada seluruh pedagang tentang dampak bagi kesehatan tubuh apabila terinfeksi Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19.

“Hari ini, kita mengunjungi pasar. Ada beberapa pasar yang sudah kita kunjungi tadi seperti, Pasar Batang Kapas, Pasar Labuan, Pasar Pungasan dan Pasar Tapan. Kita bagikan masker. Kita sosialisasikan lagi apa itu Covid-19. Seperti apa dampaknya jika kita terinfeksi. Hal seperti ini, akan terus kita lakukan hingga mata rantai Covid-19 benar-benar berhasil kita putus bersama,” kata Nasrul Abit, Senin (12/10/2020).

Menurut Nasrul Abit, jika melihat fakta di lapangan saat ini, kesadaran masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan perlu ditingkatkan. Maka dari itu, perlu diingatkan kembali. Bila perlu setiap saat. Karena Covid-19, tidak bisa diabaikan begitu saja. Jika terinfeksi dan punya riwayat penyakit bawaan, maka bisa berujung kematian.

“Covid-19 ini, penularannya masif. Sangat cepat. Apalagi sekarang banyak yang merasa tanpa ada gejala. Untuk kesekian kali saya tegaskan, jangan abai dan anggap remeh Covid-19 ini. Sudah banyak yang dirawat, korban meninggal juga sudah banyak. Semua komponen sedang bekerja keras untuk

Memutus mata rantai penyebaran. Tapi, tentu masyarakat juga harus mendukung dengan menerapkan protokol kesehatan,” pesan Nasrul Abit.

Melawan Covid-19 atau korona kata Nasrul, tidak hanya dilakukan di tingkat pemerintah dan tenaga kesehatan saja. Namun, juga harus dilakukan oleh masyarakat. Maka dari itu, penerapan disiplin protokol kesehatan menjadi kunci utama untuk memutuskan mata rantai penularan.

Baca Juga:  Hiu Tutul Seberat 2,5 Ton Mati Terdampar

“Upaya yang harus dilakukan masyarakat adalah, disiplin menerapkan protokol kesehatan. Kalau langkah kita di tingkat provinsi sudah bagus. Kita lakukan testing, tracing dan treatmeant atau pengobatan secara masif. Jika semua ini berjalan dengan baik, maka Sumbar bisa segera terbebas dari Covid-19,” imbuh Nasrul Abit.

Sekadar diketahui, menjabat sebagai wakil gubernur Sumbar, Nasrul Abit selama ini gencar mensosialisasikan dampak bahaya Covid-19. Karena, selain berdampak kepada kesehatan bahkan berujung kematian, pandem ini juga sangat berdampak terhadap sektor ekonomi.

Bahkan, disaat PSBB tahap satu dan dua, mantan bupati Pessel ini, kerap turun langsung ke lapangan untuk memastikan kebijakan PSBB itu berjalan dengan baik. Selain itu, Nasrul Abit juga memastikan rumah sakit, fasilitas medis dan tenaga kesehatan siap menghadapi kemungkinan terburuk.

Pada waktu itu, Sumatera Barat sukses menekan angka penularan. Namun, pasca kebijakan PSBB tidak lagi diterapkan, angka kasus terkonfirmasi kembali melonjak tajam. Bahkan, data gugus tugas nasional merilis, Minggu kemarin, Sumatera Barat bertengger diurutan kedua di bawah DKI Jakarta untuk kasus temuan harian yakni sebanyak 350 kasus.

“Angka temuan kita terus meningkat. Maka dari itu, mari kita perketat diri, disiplin protokol kesehatan. Jangan abai. Kita ingin pandemi ini segera berakhir,” harap Nasrul Abit. (rel)