8 Persen DD untuk Pencegahan Covid-19, Pemnag Berperan Aktif

7
ilustrasi dana desa.(IST)

Wali nagari di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) kembali diingatkan agar tetap mengalokasikan anggaran untuk pencegahan Covid-19. Sebab penularan Covid-19 masih tinggi. Ketegasan itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDP2KB) Pessel, Wendi, kemarin (12/7) agar penularan Covid-19 bisa ditekan secara merata di daerah itu.

“Untuk memaksimalkan pencegahan penularan Covid-19 secara merata di lingkungan masyarakat, maka semua pemerintahan nagari (pemnag) di daerah ini, diwajibkan mengalokasikan anggaran untuk penanganan Covid-19. Ini juga saya ingatkan kepada 31 wali nagari terpilih hasil Pilwana 8 Juni 2021 lalu,” katanya.

Dijelaskannya, besar alokasi anggaran untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 tersebut minimal 8 persen. Dana itu bersumber dari Dana Desa (DD) di luar Bantuan Langsung Tunai (BLT). Dikatakan juga, tahun 2020 lalu daerah itu memang tidak mewajibkan pemerintahan nagari mengalokasikan dana untuk penanganan Covid-19.

“Karena tahun ini penyebaran Covid-19 kian mengkhawatirkan, maka ini menjadi sebuah kewajiban. Besar alokasi anggarannya minimal delapan persen dari DD. Delapan persen itu diluar dari dana BLT,” jelasnya.


Dia menambahkan, kewajiban mengalokasikan anggaran untuk penanganan Covid-19 itu, berdasarkan kepada Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal (Dirjen) Perimbangan Keuangan Menkeu, Nomor 2 Tahun 2021, tentang Penyesuaian Penggunaan Anggaran TD-DD untuk Penanganan Covid-19.

“Karena ini wajib dan mulai berlaku di tahun 2021, maka ini harus menjadi perhatian oleh semua wali nagari di daerah ini, termasuk juga bagi wali nagari terpilih yang rencananya akan dilantik pada pertengahan bulan ini,” tegasnya.

Baca Juga:  Produksi Oksigen, RSUD Dr M Zein Diapresiasi

Perlu diketahui, tahun 2021 ini besar transfer dana desa ke daerah itu pada 182 nagari yang ada, sebesar Rp 157 miliar. “Karena minimal 8 persen harus dialokasikan untuk penanganan Covid-19, maka jumlahnya akan mencapai Rp 13,360 miliar,” jelasnya.

Ditambahkan lagi, penanganan Covid-19 itu bisa dalam bentuk honor tim Covid-19 nagari, penyediaan APD, tracking, serta juga untuk kebutuhan isolasi mandiri bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Juru bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Pessel, Rinaldi, ketika dihubungi kemarin (12/7) mengakui, penularan Covid-19 di daerah itu memang cukup mengkhawatirkan sejak satu pekan terakhir.

“Kalau pada pekan-pekan sebelumnya penambahan warga yang terkonformasi Covid-19 masih di bawah belasan orang, sekarang telah berada di atas puluhan dalam sehari. Saya katakan demikian, sebab sudah menembus hingga 54 orang per hari sebagaimana terjadi Minggu (11/7) kemarin,” katanya.

Ditambahkannya, di daerah itu jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 sudah mencapai 2.178 orang. “Dari jumlah itu yang sembuh sebanyak 1.878 orang, meninggal 71 orang, dan yang masih dirawat 27 orang, dan yang menjalani diisolasi mandiri 234 orang,” timpalnya. (yon)