Kampanye Door to Door Disiapkan, Menangkan Nasrul Abit di Kampung Asal

16

Kehadiran paslon lain yang berkampanye di Pesisir Selatan, tidak menggoyahkan warga kampung asal Nasrul Abit (NA), calon gubernur Sumbar ini. Wakil gubernur Sumbar yang saat ini cuti masa kampanye dipastikan akan dipilih di TPS nanti.

Keterpilihan pasangan Indra Catri tersebut, akan memberikan motivasi kepada generasi Pesisir Selatan (Pessel) nantinya.

Tidak hanya menyakinkan Nasrul Abit yang dalam beberapa hari terakhir berkeliling di daerah yang pernah dipimpinnya 15 tahun, berbagai kelompok warga menyatakan bekerja total.

Hal itu juga disampaikan kelompok warga di Nagari Palokan Indrapura, Kecamatan Air Pura, Kabupaten Pessel. Mereka bergerak untuk memenangkan Nasrul Abit-Indra Catri (NA-IC) pada kontestasi Pilgub Sumbar 9 Desember mendatang.

Meski kemungkinan besar seluruh masyarakat Pessel akan mendukung penuh Nasrul Abit sebagai satu-satunya putra daerah Pessel yang ikut serta dalam pertarungan politik lima tahunan itu, namun mereka siap mengajak warga yang menyatakan memilih para rival NA-IC lainnya di Pessel.

Bagi sebagian besar warga Pessel, kemenangan NA-IC pada pesta demokrasi kali ini, adalah harga mati. Bagi mereka, duduknya Nasrul Abit sebagai gubernur, bukan saja akan membangun Sumatera Barat ke arah yang lebih baik dan maju. Namun juga, akan memberikan motivasi bagi generasi penerus di Pessel untuk melanjutkan kepemimpinan di masa yang akan datang.

“Tahun ini, adalah kesempatan bagi putra Pesisir Selatan menjadi gubernur Sumbar. Beliau tidak hanya akan membangun Sumbar untuk lebih unggul lagi, tapi juga menjadi motivator bagi putra-putri kami. Nasrul Abit adalah panutan bagi generasi muda kami di sini. Gaya komunikasi, kepemimpinannya, etika politiknya, menjadi contoh yang baik. Kami punya generasi penerus, tentu dipersiapkan dan masih prose belajar. Namun insya Allah tahun ini Nasrul Abit menjadi gubernur Sumbar,” ungkap tokoh masyarakat Nagari Palokan Indrapura, Muhammad Yusuf Syam, Selasa (13/10/2020).

Menurut Yusuf Syam, kepemimpinan Nasrul Abit tiga periode membuktikan dirinya dipercaya masyarakat daerah pantai ini. Warga juga akan memastikan pilihan di kampungnya kepada NA-IC.

Baca Juga:  Ayo Generasi Penerus, Wujudkan Cita-cita NA-IC Untukmu

Yusuf Syam menjelaskan, untuk metode kampanye yang akan digunakan yakni, door to door atau kampanye dari pintu ke pintu. Metode kampanye ini menurut Syam, merupakan langkah yang efektif. Terutama disaat Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 yang masih mewabah.

“Door to door kita lakukan. Ini cara yang paling efektif. Pandemi Covid-19 masih ada. Kita sama-sama menjaga. Kita sudah bentuk tim kecil kampanye door to door ini. Ini akan terus bergerak,” ujar Yusuf Syam.

Kata Yusuf Syam, tim kecil yang sudah dibentuk ini, sifatnya murni sukarela dan murni gerakan dari hati nurani yang memang ikhlas mendukung Nasrul Abit. Tim kecil yang saat ini beranggotakan ratusan tokoh Palokan ini, mempelajari lebih detail visi dan misi serta program kerja NA-IC.

Tim itu kata Yusuf Syam, akan bergerak dari rumah ke rumah untuk menjelaskan visi, misi dan program kerja itu ke masyarakat sebagai pemilih. Mempertimbangkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, maka satu kelompok hanya beranggotakan dua sampai tiga orang.

“Nanti dua atau tiga orang akan bergerak dari rumah ka rumah, menjelaskan visi, misi dan program kerja. Untuk sarana pelengkap, kita hanya butuh brosur atau kartu nama yang mencantumkan visi dan misi Nasrul Abit,” kata Yusuf Syam.

Terpisah, Nasrul Abit mengucapkan terima kasih atas dukungan tersebut. Permintaan terkait dengan brosur atau bundel buku yang mencantumkan atau menjelaskan tentang visi dan misi akan dipenuhi. Dalam waktu dekat, segera akan di kirim sehingga metode kampanye door to door itu, bisa lebih efektif lagi.

“Saya berterima kasih. Nanti, kebutuhan yang diminta itu, kita penuhi. Sebagian tadi, sudah kita salurkan, kekurangannya segera akan kita kirim. Metode kampanye door to door ini sangat bagus. Apalagi sekarang aturan KPU melarang mobilisasi massa jumlah banyak. Tidak boleh kampanye tatap muka langsung dengan jumlah massa yang banyak. Karena, kita masih menghadapi pandemi Covid-19,” papar Nasrul Abit. (rel)