Gubernur Panen Perdana Padi Organik, Petani Minta Bangun Irigasi dan Jalan

61

Potensi sawah yang dikelola secara organik di Sumatera Barat (Sumbar) masih terbuka luas. Kondisi alam Sumbar pun sangat mendukung.

Namun, luas baku lahan sawah yang dibudidayakan secara organik masih sangat minim.

Dari total luas bahan baku sawah Sumbar 194.281,79 hektare, baru 311,187 hektare atau 0,16 persen yang telah dibudidayakan secara organik.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat mengikuti panen perdana padi organik Kelompok Tani Bunga Padi, Nagari Padang XI Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (15/8/2021).

Saat ini, pembangunan pertanian tidak saja diarahkan pada pertanian yang mendapatkan hasil atau produksi tinggi, tapi juga memperhatikan aspek lainnya terutama kesehatan dan lingkungan.

“Dari aspek kesehatan kita dituntut untuk dapat menyediakan pangan sehat dan aman untuk dikonsumsi. Hal ini bisa dicapai bila bapak dan ibu mau dan mampu menerapkan praktik budididaya pertanian yang bijaksana. Kebutuhan beras organik juga semakin tinggi,” kata Mahyeldi.

Mantan wali kota Padang yang biasa disapa Buya itu menambahkan, pupuk organik akan dibantu, termasuk alat panen (combine harvester) dan benihnya.

“Upayakan tanam serentak, panen serentak juga. Pertanian organik ini banyak keuntungannya, bisa tiga kali panen, berasnya bagus dan sehat,” ungkapnya.

Ketua Kelompok Tani Bungo Padi Afendi berharap ke depan agar dibangun saluran irigasi permanen sehingga pertanian organik ini bisa berkembang.

Baca Juga:  Tampung Masukan, Bawaslu Pessel Dirikan Posko Pengaduan Masyarakat

“Alhamdulillah, hasil panen padi organik kita cukup memuaskan. Soal pupuk, tidak ada kendala. Hanya saja, permasalahan irigasi belum ada yang permanen. Jalan usaha tani juga belum memadai, sehingga biaya angkut padi jadi tinggi,” kata Afendi.

Menanggapi keluhan petani tersebut, Bupati Pessel Rusma Yul Anwar yang mendampingi gubernur menyatakan, pihaknya akan kami mengupayakan pembangunan irigasi tersebut. Dimulai dengan pembebasan lahan.

“Kalau pembebasan lahan nanti sudah tuntas, kami minta bantu provinsi untuk pembangunan irigasinya,” ujar Rusma.

Menjawab keinginan petani dan bupati, Gubernur Mahyeldi minta agar pembebasan lahan segera dituntaskan secara baik dengan melibatkan unsur tokoh masyarakat, wali nagari serta wakil rakyat.

“Untuk irigasi agar disiapkan pembebasan lahannya, dengan mengajak ninik mamak, anggota dewan dan tokoh nagari. Siapkan datanya secara baik, insya Allah bisa selesai. Jika pembebasan lahan sudah selesai, tentu pembangunan irigasi yang diusulkan melalui APBN nantinya akan diprioritaskan,” tambah Mahyeldi.

Panen perdana padi organik di Pessel ini bagian dari sejumlah agenda kunjungan kerja gubernur ke Pessel. Ikut serta dalam kunjungan ini sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Sumbar, yakni Kepala Dinas Pertanian, Kepala Balitbangda, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Peternakan, Kepala Satpol PP.

Hadir juga Anggota DPRD Sumbar Mochlasin dan Anggota Komisi IV DPRD Pessel Feby Rifli, dan Anggota Komisi III Pessel Pardis.(yon)