Bangun Jembatan Gantung, Langgai dan Kayuaro Bebas Dari Keterisolasian

20
Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar.(NET)

Guna membantu kelancaran mobilisasi warga yang selama ini dipisahkan oleh aliran Batang Surantiah, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui hibah Barang Milik Negara (BMN) alokasikan pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Langgai dan Kayuaro senilai Rp 2,8 miliar.

Kampung Langgai dan Kayuaro yang berada di hulu sungai Batang Surantiah, Nagari Gantingmudiak Utara Surantiah, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) itu merupakan kampung terpencil dan sulit terjangkau di daerah itu.

Potensi besar yang dimiliki dua kampung itu di sektor perkebunan dengan berbagai komoditi, belumlah tergarap maksimal. Hal itu akibat dari sulitnya medan untuk bisa sampai ke dua kampung itu.

“Dengan dibangunnya jembatan gantung untuk menghubungkan dua kampung itu melalui hibah BMN Kementerian PUPR senilai Rp 2,8 miliar ini, maka harapan masyarakat yang ditunggu-tunggu dari sejak lama sudah terkabul. Sebab ada sebanyak 2.481 jiwa penduduk yang akan memanfaatkan jembatan itu nantinya. Di mana 98 persen dari jumlah itu merupakan petani pengolah lahan,” ungkap Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar, kemarin (14/10).

Dia berharap dengan tidak lagi terisolasinya dua kampung itu, maka kualitas kehidupan masyarakat di segala bidang akan semakin membaik, terutama sekali peningkatan di bidang perekonomian, pendidikan, dan kesehatan.

“Ini saya sampaikan, sebab naskah hibah BMN dan berita acara serah terima 1 unit jembatan gantung antara Direktorat Jenderal Bina Marga dengan Pemkab Pessel sudah saya lakukan Rabu (13/10) di Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Sumbar di Padang,” ucapnya.

Baca Juga:  Pemkab Pessel Minta Evaluasi Pengelolaan Kearsipan Daerah

Dia menambahkan, melalui keberadaan jembatan gantung itu, maka konektivitas dua area sentra produksi pertanian akan semakin tinggi di daerah itu. “Karena pembangunan jembatan itu juga sejalan dengan tema pembangunan infrastruktur dasar, yakni pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Hal itu juga selaras dengan fokus pengembangan ekonomi Pessel 5 tahun ke depan, yang berpusat pada kearifan lokal, yakni sektor primer seperti pertanian, perkebunan dan perikanan,” jelasnya.

Wali Nagari Gantingmudiak Utara Surantiah, Erwin menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kementerian PUPR dan Pemkab Pessel, atas pembangunan jembatan gantung yang sudah disetujui itu.

“Kampung Langai dan Kayuaro merupakan kampung penghasil minyak nilam, dan gambir terbesar di Kecamatan Sutera, disamping juga komoditi hortikultura lainnya. Ini saya katakan, karena nilai produksi hasil pertanian dan perkebunan di dua kampung itu hingga miliaran rupiah per tahun,” ujarnya.

Dengan tuntasnya pembangunan jembatan gantung itu nanti, maka dia berharap potensi sektor perkebunan itu akan semakin menggeliat lagi. “Melalui keberadaan jembatan gantung itu, maka akses untuk menuju sekolah bagi anak sekolah di dua kampung itu pun akan menjadi lancar. Makanya atas nama masyarakat dan pemerintah nagari, saya menyampaikan ucapan terima kasih,” timpalnya. (yon)