Dampak Realisasi Vaksin Rendah, Level PPKM Pessel Bisa Naik

13
Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar.(NET)

Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) hanya tinggal 2 orang. Tidak terjadi penambahan sejak satu pekan terakhir. Namun kenaikan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari level III ke IV berkemungkinan bisa terjadi.

Hal itu disampaikan Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar, Sabtu (13/11) saat meninjau kegiatan vaksinasi massal bersama Kapolres Pessel, AKBP Sri Wibowo, di Kecamatan Sutera.

Dikatakannya, saat ini Pessel kembali berada pada PPKM level III setelah sebelumnya sudah berada pada level II.

“Hal ini karena capaian vaksinasi di Pessel masih belum mencapai target. Dari 400.008 orang total sasaran vaksinasi, hingga kini realisasinya masih mendekati 40 persen saja. Bila angka ini tidak meningkat, maka tidak tertutup kemungkinan akan kembali naik level, walaupun saat ini warga yang dinyatakan positif Covid-19 sudah mengalami kemajuan karena hanya tinggal 2 orang saja, serta juga tidak ada penambahan sejak satu pekan terakhir,” katanya.

Disampaikannya, memberlakukan pembatasan kegiatan terhadap masyarakat secara ketat itu akan dilakukannya, jika status Level PPKM di daerah itu tidak juga kunjung turun. “Sebab dengan meningkatnya status level PPKM, maka mobilitas masyarakat akan dipertanyakan dan diperketat. Apakah sudah divaksin atau belum, nanti akan ditanya,” ujarnya.

Ke depan, semua orang atau pengunjung yang masuk kawasan wisata juga diminta untuk menunjukkan kartu tanda bukti sudah divaksin. Langkah ini diterapkan jika capaian vaksinasi Covid-19 masih rendah, atau bila Level PPKM masih terus meningkat.

“Tidak hanya itu, kegiatan-kegiatan masyarakat seperti pesta pernikahan dan kegiatan lainnya yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa, juga dapat dibatasi sesuai perkembangan kasus Covid-19 dan capaian vaksinasi,” jelasnya.

Berdasarkan hal itu, dia mengimbau masyarakat yang belum disuntik vaksin, agar segera mengikuti vaksinasi di sejumlah sentra layanan vaksinasi pada semua kecamatan.

“Saya harap masyarakat dengan kesadaran diri untuk mau mengikuti program pemerintah dalam mensukseskan vaksinasi Covid-19. Karena program yang telah dibuat pemerintah itu adalah demi keselamatan kesehatan masyarakat. Dari itu saya mengajak dan mengimbau dengan sisa waktu hingga akhir Desember 2021 ini masyarakat yang belum vaksin supaya segera mengikuti vaksinasi,” ajaknya.

Baca Juga:  Warga Nagari Tuik IV Koto Mudiak Harapkan Normalisasi Sungai

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pessel, Mawardi Roska, yang juga ikut mendampingi bupati saat itu juga meminta agar amanat Peraturan Menteri Desa tentang penggunaan minimal delapan persen dana desa untuk penanganan Covid-19 dapat dioptimalkan dengan baik di daerah itu.

Menurutnya, pemerintah nagari dapat memberikan stimulan berupa bantuan sembako kepada masyarakat peserta vaksinasi di masing-masing wilayah. “Dengan sisa anggaran dana desa yang ada saat ini, pemerintah nagari dapat menggunakannya 8 persen sesuai Permendes,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, percepatan vaksinasi di daerah itu terus digerakkan melalui mengerahkan jajaran perangkat pemerintah mulai dari tingkat kabupaten, hingga nagari.

“Semua perangkat harus bergerak sesuai peran masing-masing dalam rangka mencapai kekebalan komunal hingga 70 persen di daerah ini,” tegasnya.

Sekretaris Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pessel, Dailipal menjelaskan, berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan setempat, sejak awal Oktober 2021 telah terjadi lonjakan masyarakat mengikuti vaksinasi.

Hal itu dikatakannya karena jika dihitung dari data awal Oktober 2021 hingga 12 November 2021 (satu bulan, red) telah terjadi peningkatan capaian vaksinasi hingga 24 persen.

“Pada awal Oktober 2021 data capaian vaksinasi Pessel baru sekitar 14 persen. Namun pada Jumat tanggal 12 November 2021 sudah lebih dari 38 persen, atau sudah mendekai 40 persen,” terangnya.

Diakuinya upaya keras untuk meningkatkan capaian vaksinasi itu karena turut dibantu oleh jajaran Polres Pessel yang terus menggencarkan kegiatan vaksinasi di semua kecamatan hingga ke tingkat nagari. (yon)