98 Nagari Belum Siap Salurkan BLT

Ilustrasi bantuan. (INTERNET)

Semua nagari diminta segera menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga penerima manfaat yang terkena dampak Covid-19 menjelang Lebaran.

Hal itu disampaikan Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Hendrajoni, kemarin (15/5) di Painan, terkait dengan sudah dimulainya penyaluran BLT kepada warga yang terdampak Covid-19 oleh 84 nagari, dari 182 nagari yang ada di daerah itu.

”Selain penyaluran BLT provinsi dan dan kabupaten, sebanyak 84 nagari di Pessel juga sudah menyatakan kesiapannya untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. Bantuan BLT dari nagari itu, bersumber dari dana desa. Penyaluran ini saya minta untuk disegerakan, agar mereka yang terdata atas nama BLT dari nagari, bisa menerima program Jaring Pengaman Sosial (JPS) ini menjelang lebaran,” katanya.

Dia menjelaskan, berdasarkan rencana awal, penyaluran BLT yang bersumber dari dana desa itu akan dilakukan secara serentak. “Namun bila penyaluran secara serentak ini tidak tercapai, setidaknya bisa dilakukan dalam waktu yang berdekatan. Sebab selain penuntasan penyaluran BLT nagari, kita juga menargetkan penyaluran BLT yang bersumber dari APBD kabupaten, tuntas dalam lima hari ke depan,” ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan, terkait sistem penyaluran, memang berbeda-beda dan masing-masingnya memiliki kelemahan dan keunggulan. “BLT provinsi disalurkan melalui PT Pos, dan pada BLT kabupaten kita mengandeng Bank Nagari sebagai mitra serta sistemnya dibayar tunai, sedangkan BLT nagari tergantung kepada wali nagari mana yang lebih bagus. Bisa melalui kerja sama pihak lain, dan juga bisa secara langsung oleh petugas nagari,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten dua Bidang Pembangunan dan Perekonomian Setdakab Pessel, Mimi R Zainul, menjelaskan, pencairan BLT kabupaten sengaja tunai menggandeng mitra Bank Nagari Painan dan Tapan. Upaya itu dilakukan menurut Mimi, karena sistem itu lebih cepat dan segera bisa tersalur.

Ia tak menampik jika cara tunai dilakukan akan menimbulkan kerumunan, karena Bank Nagari tak sanggup menyediakan rekening terhadap 16.000 kepala keluarga (KK) dalam waktu cepat. Saat ditanya masih banyak kerumunan saat penerimaan di beberapa kecamatan seperti di Kecamatan IV Jurai, dan di Kecamatan Sutera, Mimi menjelaskan kerumunan itu hanya di luar tempat penyaluran.

Hal tersebut karena pihak Pemkab sebelumnya, sudah mengatur jadwal salur sedemikian rupa, masing-masing nagari berbeda jam penyaluranya, dan satu sama lain diatur jarak atau phisycal distancing. “Untuk itu sekali lagi kami imbau kepada masyarakat penerima masing -masing nagari agar mentaati jadwal yang telah ditetapkan,” ingatnya.

Terkait penyaluran BLT Dana Desa, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDP2KB) Pessel, Wendi, ketika dihubungi kemarin (15/5) menjelaskan, sampai kemarin red) sudah 14 nagari yang menyalurkan.

”Dari 182 nagari yang ada di Pessel, 84 nagari telah selesai melaksanakan Musyawarah Nagari Khusus (Musnagsus) untuk menetapkan penerima BLT DD. Sedangkan dari 84 itu, hingga saat ini (kemarin, red) sudah 14 nagari yang telah mencairkannya,” jelas Wendi.

Terkait nagari yang belum selesai melakukan Musnagsus itu, tetap menargetkan penyaluran selesai menjelang Lebaran. ”Sebab nagari-nagari yang tersisa itu, sudah dalam masa validasi data melalui Musnagsus yang mereka gelar,” ujarnya. (yon)