Jalan Terban, Ratusan Warga Kampung Jalamu Pessel Terancam Terisolasi!

24
TERBAN: Tiga anak Kampung Jalamu di jalan terban. Masyarakat berharap segera dilakukan perbaikan.(IST)

Warga Dusun Anduring, Kampung Jalamu, Kecamatan Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) harapkan ruas jalan terban sepanjang 100 meter di nagari itu agar segera diperbaiki.

Harapan itu disampaikan supaya jalan yang kondisinya sudah sangat kritis dan masih terus tergerus aliran sungai itu supaya jangan sampai benar-benar putus, sebab sudah menghabiskan separuh badan jalan.

Doni Harmen, 54, tokoh masyarakat Nagari IV Koto Hilie, mengatakan kepada Padang Ekspres kemarin (16/6) jalan terban itu sudah terjadi sejak akhir 2021.

“Namun disayangkan hingga kini belum juga ada perbaikan. Bahkan informasi kapan akan segera diperbaiki belum juga ada, walau kejadian ini sudah dilaporkan ke tingkat kabupaten melalui pemerintahan nagari,” katanya.

Dia menjelaskan, hujan yang diprediksi akan sering terjadi saat ini akan membuat ruas jalan itu akan semakin parah kerusakannya.

“Sebab hujan bisa membuat aliran sungai Batang Induring ini meluap. Apalagi bila guyuran nya deras sebagaimana terjadi pekan lalu. Bila itu terjadi, maka sisa badan jalan yang hanya tinggal setengah ini akan benar-benar putus, dan membuat ratusan warga Kampung Jalamu ini akan benar-benar terisolasi,” ujarnya.

Hal itu dikatakannya, karena warga memang hanya mengandalkan ruas jalan itu akibat tidak adanya jalan alternatif lain yang bisa ditempuh untuk keluar kampung. Harapan yang sama juga disampaikan Andika 13, anak baru tamat SD di kampung itu.

Baca Juga:  Meresahkan, Polres Pessel Amankan Enam Pelaku Judi Togel Online dan Koa

“Ini jalan satu-satunya yang bisa kami akses untuk keluar kampung, dan juga pergi ke sekolah setiap hari,” keluh Andika.

Dia mengatakan, ruas jalan itu bukan saja dia yang menempuh, tapi juga bagi puluhan anak sekolah lainnya yang berasal dari kampung itu.

Wali Nagari IV Koto Hilie Satria Darma Putra, ketika dihubungi kemarin (16/6) mengatakan, kondisi jalan terban yang terancam putus sepanjang 100 meter itu sudah dilaporkannya ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel di Painan.

“Ini saya laporkan kepada BPBD agar bisa segera dilakukan penanganan. Sebab bila jalan ini benar-benar putus, ada 24 kepala keluarga (KK) yang akan terisolasi,” ujarnya.

Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pessel, telah turun ke lapangan melakukan pengukuran dan mengambil sejumlah dokumentasi.

Kepala BPBD Pessel, Doni Gusrizal, ketika dihubungi kemarin (16/6) mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR Pessel.

“Saat ini (kemarin, red) saya ada rapat di Bogor. Untuk perbaikan jalan terban itu sedang diusahakan melalui anggaran dari Dinas PUPR Pessel,” jelasnya. (yon)