Unand Latih Pedagang Ampiangparak Kelola Keuangan

11
Tim PKM Unand terdiri dari dosen Fakultas Keperawatan dan Fakultas Ekonomi menyosialisasikan soal “cara pengelolaan keuangan kepada kelompok pedagang kecil di Pessel, baru-baru ini.

Keberadaan UMKM menjadi tulang punggung ekonomi bangsa, jelas tak bisa dinafikan lagi. Bahkan, sektor ini mampu memberikan kontribusi sebanyak 61,7% atau senilai Rp8.573,89 triliun terhadap PDB negara. Namun merebaknya pandemi Covid-19 mengubah segalanya. Selain tutup, tak sedikit pelaku UMKM mengalami kerugian besar.

Bila dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini berpeluang menciptakan persoalan baru. Pasalnya, berpengaruh terhadap perekonomian keluarga dan negara. Makanya, pelaku UMKM perlu terus ditingkatkan motivasinya untuk terus mengembangkan usahanya. Salah satu caranya melalui peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan yang baik.

Inilah yang melatarbelalangi Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Unand yang terdiri dari dosen-dosen Fakultas Keperawatan dan Fakultas Ekonomi menyosialisasikan dan mengadakan workshop kepada kelompok pedagang kecil soal “cara pengelolaan keuangan yang baik di masa awal membangun usaha”. Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Padangtae, Nagari Ampiangparak, Pessel ini, bertujuan untuk membantu pengusaha kecil dalam menjalankan usahanya pada masa pandemi Covid-19 ini.

Menurut Ketua Pelaksana Dr Ns Rika Sarfika MKep, kegiatan ini didukung dan difasilitasi Lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LPPM) Unand. Lewat program hibah pengabdian masyarakat skema program kemitraan masyarakat membantu usaha berkembang ini, LPPM membentuk tim pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk membantu usaha pedagang kecil maju dan berkembang.

“Program yang sudah berjalan dua tahun ini, diharapkan dapat memotivasi UMKM untuk terus aktif salah satunya pedagang kecil Umi Wiwik menjadi usaha yang berkembang. Sehingga, dapat meningkatkan atau membangkitkan perekonomian keluarga atau masyarakat sekitar,” ujar Rika Sarfika, Selasa (16/11).

Baca Juga:  Tingkatkan Pengetahuan Nelayan Budi Daya Ikan Lewat CBIB!

Luciana Luthan selaku pemateri memaparkan soal manajemen keuangan dan pencatatan akuntansi yang baik. Sebelum memaparkan meterinya, Luciana dibantu beberapa orang mahasiswa membagikan pre-test untuk mengetahui pemahaman para pedagang mengenai pemahaman akuntasi. Dari hasil yang diperoleh, sebagian besar peserta belum memahami pencatatan akuntansi dan manajemen keuangan dengan baik.

“Pencatatan akuntansi sangat penting dilakukan dalam setiap transaksi yang terjadi. Sederhananya, pencatatan akuntansi membantu pelaku UMKM mengetahui perkembangan usahanya, apakah penjualan bulan ini meningkat dari bulan lalu atau malah sebaliknya. Tanpa pencatatan akuntansi, siklus peredaran uang tidak akan diketahui dengan pasti,” terang dia.

Pada sesi diskusi, Umi Wiwik selaku pelaku usaha menanyakan cara pemasaran yang baik. Menurut Luciana, pemasaran secara online lebih efektif untuk bisnis start-up. Selain dapat menghemat biaya, pemasaran online dapat menjangkau lebih banyak konsumen.

“Pengabdian kepada masyarakat yang kami lakukan ini untuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah, bentuk keseriusan Unand membantu pengembangan bisnis usaha kecil di Padangtae, Pessel. Semoga usaha ini dapat tercapai dengan baik melalui kerja sama yang baik,” ujar Rika. (cr1)